PENGARUH MODIFIED ATMOSPHERE PACKAGING (MAP) TERHADAP LAJU RESPIRASI, SUSUT BOBOT DAN PERUBAHAN WARNA PADA SELADA TEROLAH MINIMAL MENGGUNAKAN THINWALL
Selada terolah minimal merupakan produk hortikultura yang mudah mengalami penurunan mutu akibat tingginya laju respirasi setelah panen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Modified Atmosphere Packaging (MAP) menggunakan kemasan thinwall terhadap laju respirasi, susut bobot, dan perubahan warna selada terolah minimal selama penyimpanan dingin. Perlakuan yang digunakan terdiri atas kontrol, MAP 1 (3% O₂ + 0,3% CO₂ + 96,7% N₂), dan MAP 2 (5% O₂ + 0,6% CO₂ + 94,4% N₂) dengan tiga ulangan. Sampel disimpan pada suhu 5 ± 1°C selama 120 jam dan diamati setiap 12 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan MAP mampu menekan laju respirasi, mengurangi susut bobot, dan menunjukkan kecenderungan mempertahankan warna, meskipun pengaruhnya tidak signifikan pada seluruh waktu pengamatan. Susut bobot tertinggi terjadi pada kontrol sebesar 16,67%, sedangkan perlakuan MAP menunjukkan kehilangan bobot yang lebih rendah. Nilai perubahan warna (ΔE) pada MAP 1 menunjukkan kestabilan warna terbaik dibandingkan kontrol dan MAP 2 yaitu 51-53. Pada laju konsumsi O₂, perlakuan MAP 2 masih mampu menekan respirasi yaitu 3,54–4,17 mLO2/kg jam dan pada laju konsumsi CO2 menghasilkan laju respirasi terendah selama penyimpanan, yaitu berkisar antara 0,76–0,98 mLCO2/kg jam.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608260019
Keyword
Modified Atmosphere Packaging Minimally Processed Lettuce Respiration Rate Weight Loss Color Change