KAJIAN TEKNO EKONOMI INTEGRASI CO-FIRING HIDROGEN DAN GAS ALAM PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS UAP DAN SIKLUS RANKINE ORGANIK
Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) masih
menghasilkan emisi CO₂ akibat penggunaan gas alam sebagai bahan
bakar utama. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh co-firing
hidrogen terhadap kinerja dan emisi sistem Gas Turbine Combined
Cycle (GTCC) yang terintegrasi dengan Organic Rankine Cycle (ORC),
serta pengaruh temperatur gas buang dan fluida kerja ORC terhadap
kinerja sistem. Simulasi kondisi tunak dilakukan menggunakan Aspen
HYSYS V14 dengan variasi co-firing hidrogen 0%, 15%, 30%, dan
50%, temperatur gas buang 180°C dan 200°C, serta fluida kerja propana
dan butana. Parameter yang dianalisis meliputi daya listrik, efisiensi
termal, emisi CO₂, CAPEX, OPEX, LCOE, Revenue, Carbon Cost,
NPV, IRR, dan Payback Period (PBP). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa peningkatan rasio hidrogen meningkatkan daya dan efisiensi
termal serta menurunkan emisi CO₂. Pada kondisi propana 180°C, daya
total meningkat dari 337,8 MW pada H₂ 0% menjadi 360,8 MW pada
H₂ 50%, sedangkan efisiensi termal meningkat dari 51,5% menjadi
55,2
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608220015
Keyword
GTCC Hydrogen Co-firing Organic Rankine Cycle Efisiensi Termal Emisi CO₂ Tekno-Ekonomi Dekarbonisasi Carbon Tax