ANALISIS PERBANDINGAN METODE AKUISISI DIGITAL OURCROP MODEL TERHADAP AKURASI REKAHAN SINGKAPAN SUNGAI KALIBATU DESA WAY GALIH, KEC TANJUNG BINTANG, LAMPUNG SELATAN
Digital Outcrop Model (DOM) menjadi alternatif yang lebih efisien dalam analisis struktur geologi dibandingkan pengukuran kompas geologi konvensional (WindowScan). Penelitian ini bertujuan membandingkan ketelitian orientasi rekahan hasil DOM menggunakan metode fotogrametri berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan LiDAR handheld terhadap data pengukuran kompas pada singkapan batuan di Sungai Kalibatu, Desa Way Galih, Lampung Selatan. Litologi di daerah penelitian terdiri atas batuan beku diorit (LSF1) dan batuan metamorf sekis (LSF2 dan LSF3). Data DOM diolah menggunakan Agisoft Metashape dan Polycam, kemudian dilakukan digitasi orientasi strike dan dip menggunakan plugin Compass pada CloudCompare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode mampu menghasilkan model tiga dimensi yang representatif terhadap kondisi lapangan. Secara kuantitatif, LiDAR memiliki selisih total 82° terhadap WindowScan, sedangkan fotogrametri memiliki selisih total 84°, sehingga kedua metode menunjukkan tingkat kesesuaian yang relatif setara. LiDAR memberikan hasil yang lebih baik pada parameter strike, sedangkan fotogrametri lebih baik pada parameter dip. Pada singkapan kecil (LSF1), LiDAR menunjukkan kesesuaian yang lebih tinggi terhadap data kompas, sedangkan pada singkapan yang lebih besar dan lebih kompleks (LSF2 dan LSF3), fotogrametri menunjukkan hasil yang lebih mendekati atau relatif setara terhadap WindowScan. Selain itu, LiDAR lebih unggul dalam merekonstruksi geometri singkapan yang tergenang air tanpa menghasilkan hole pada model mesh. Secara regional, akumulasi data rekahan arah dominan Timur Laut–Barat Daya (N55°E/71°) yang berasosiasi dengan sistem tegasan regional Sesar Lampung–Panjang, mengindikasikan berkembang di bawah pengaruh tegasan tektonik yang sama.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608210020
Keyword
Digital Outcrop Model Fotogrametri LiDAR Rekahan Sesar Lampung-Panjang Sungai Kalibatu