Analisis Ekoefisiensi Pada Sistem Energi PLTU 3×10 MW Tanjung Enim Menggunakan Metode Life Cycle Assessment (LCA) Cradle to Gate
Penelitian ini bertujuan menganalisis ekoefisiensi PLTU 3×10 MW Tanjung Enim dengan bermetode Life Cycle Assessment (LCA) dengan batas sistem cradle-to-gate. Analisis dilakukan menggunakan metode ReCiPe 2016 Midpoint (H) untuk mengidentifikasi dampak lingkungan dan Cumulative Energy Demand (CED) untuk mengevaluasi konsumsi energi. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi energi didominasi oleh energi fosil sebesar 19,87 MJ per 1 kWh listrik. Beberapa kategori dampak utama pada metode ReCiPe didominasi oleh marine ecotoxicity, freshwater ecotoxicity, dan human carcinogenic toxicity. Berdasarkan hasil interpretasi, disimulasikan tiga alternatif perbaikan, yaitu optimasi udara pembakaran, co-firing biomassa, dan penerapan Selective Catalytic Reduction (SCR). Optimasi udara pembakaran dan co-firing menurunkan seluruh 24 kategori dampak (6 kategori CED dan 18 kategori ReCiPe), sedangkan SCR menurunkan 4 dari 24 kategori atau sebesar 16,67%. Berdasarkan evaluasi ekoefisiensi, optimasi udara pembakaran menjadi prioritas utama karena memberikan perbaikan lingkungan dengan kebutuhan biaya low cost, diikuti co-firing biomassa dengan medium cost, dan SCR dengan high cost.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608210004
Keyword
Cumulative Energy Demand (CED) Ekoefisiensi Life Cycle Assessment (LCA) PLTU ReCiPe Midpoint (H)