ANALISIS PERCEPATAN GETARAN TERTINGGI DAN BIDANG DISKONTINUITAS UNTUK KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
Kegiatan peledakan dilakukan hampir setiap hari pada proses penambangan di PT Merdeka Gold Resources Tbk dengan tujuan memberai material bijih agar mudah digali. Namun, aktivitas ini menghasilkan getaran peledakan. Kestabilan lereng menjadi parameter penting dalam analisis karena berkaitan erat dengan keamanan dan keselamatan kerja. Belum adanya kajian spesifik mengenai pengaruh getaran peledakan terhadap kestabilan lereng menjadi fokus penelitian ini, ditambah dengan kondisi struktur mayor yang kompleks di area penelitian memberikan suatu pengaruh penting dalan analisis kestabilan lereng. Melalui pendekatan metode Wong (1992) dan analisis distribusi kontur (contour distribution), ditentukan nilai koefisien seismik horizontal (Kh) dan struktur mayor desain. Parameter ini diaplikasikan sebagai input dalam analisis Strength Reduction Factor (SRF) dan Probabilitas Kelongsoran (PoF). Hasil analisis menunjukkan frekuensi tersering getaran peledakan menghasilkan nilai koefisien seismik horizontal (Kh) sebesar 0,0018 g. Teridentifikasi empat struktur mayor desain dengan arah orientasi dip/dip direction yaitu 80º/N 187º E, 51º/N 17º E, 77º/N 200º E, dan 72º/N 357º E. Berdasarkan pemodelan, lereng dinyatakan aman karena telah memenuhi batas kriteria yakni nilai Strength Reduction Factor (SRF) ≥ 1,1 dan Probabilitas Kelongsoran (PoF) < 5%.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608210003
Keyword
Kestabilan lereng, getaran peledakan struktur mayo