(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Penambahan Serat Baja Pada Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Tarik Belah Beton FC’ 20 Mpa


Sifat getas beton secara alami membatasi kapasitas tariknya dan mempercepat kegagalan struktural akibat perambatan retak, sementara efektivitas serat baja pabrikasi pada dosis di atas batas kritis konvensional (>2,5%) belum banyak dievaluasi akibat kekhawatiran terhadap balling effect. Penelitian ini menguji validitas batas tersebut melalui evaluasi pengaruh serat baja Dramix 3D hooked-end pada fraksi volume 0%, 3%, dan 5% terhadap workability serta kuat tekan dan kuat tarik belah beton mutu Fc' 20 MPa. Pengujian dilakukan terhadap 36 buah silinder pada umur 7 dan 28 hari. Hasil menunjukkan nilai slump menurun secara signifikan dari 7,8 cm menjadi 4,8 cm pada variasi 3 prs dan 3,3 cm pada variasi 5% akibat interlocking effect antar-serat. Pada umur 28 hari, kuat tekan optimum tercapai pada kadar 3% (23,96 MPa) namun menurun pada kadar 5% (22,07 MPa) akibat rongga mikro, sedangkan kuat tarik belah justru meningkat linear hingga 3,54 MPa pada kadar 5% (naik 51,3%) melalui mekanisme fiber-bridging. Temuan ini mengonfirmasi bahwa batas kritis 2,5 prs dapat dilampaui tanpa memicu kegagalan workability, dengan kadar 3% optimal untuk stabilitas kuat tekan dan kadar 5% paling efektif memaksimalkan kapasitas tarik beton, memberikan dasar empiris bagi optimalisasi dosis serat baja pabrikan pada beton mutu sedang.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608200050

Keyword
serat baja kuat tekan kuat tarik belah fiber-bridging workability