Optimasi dan Evaluasi Kit Diagnostik Molekuler Berbasis Real-Time Polymerase Chain Reaction Untuk Deteksi Cytomegalovirus (CMV) Pada Sampel Urin
Cytomegalovirus (CMV) menjadi bagian dari DNA famili
Herpesviridae yang menyebabkan infeksi laten seumur hidup dan
berkaitan dengan komplikasi neurologis serta gangguan pendengaran
pada neonatus. Deteksi dini sangat krusial, terutama melalui sampel
urin yang bersifat noninvasif. Meskipun Real-Time PCR menjadi
standar emas, protokol komersial yang tersedia umumnya dioptimalkan
untuk darah atau plasma, sedangkan urin memiliki karakteristik
kimiawi seperti urea dan garam yang berpotensi menghambat reaksi
enzimatik PCR. Penelitian ini bertujuan melakukan optimasi parameter
kritis pada kit diagnostik berbasis Real-Time PCR, meliputi volume
primer, probe, dan mastermix, guna memperoleh kondisi amplifikasi
yang efisien pada sampel urin, serta mengevaluasi kinerja kit
teroptimasi. Hasil optimasi menunjukkan rentang Ct 31,77–35,45.
Sampel 118 dan 128 menunjukkan hasil amplifikasi yang tidak
konsisten pada setiap formulasi, sehingga kualitas DNA hasil ekstraksi
diduga lebih berpengaruh terhadap keberhasilan amplifikasi
dibandingkan modifikasi volume reagen. Pada 10 sampel negatif CMV,
diperoleh 6 hasil negatif, 2 positif, dan 2 invalid. Pada 30 sampel positif
CMV, sebanyak 18 sampel teramplifikasi dan 12 tidak teramplifikasi.
Pada mikroorganisme non-target, sebagian besar tidak menunjukkan
amplifikasi, tetapi Staphylococcus epidermidis menghasilkan Ct 32,37.
Hasil evaluasi kinerja kit Real-Time PCR setelah optimasi
menunjukkan adanya perbedaan hasil dengan PCR konvensional,
dengan ditemukannya deteksi DNA CMV pada beberapa sampel yang
sebelumnya terkonfirmasi negatif berdasarkan PCR konvensional
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608200039
Keyword
Cytomegalovirus diagnostik molekuler optimasi Real-Time PCR urin