(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

EVALUASI PASCA UPGRADING STRUKTUR ATAS KOMPONEN JALAN REL R60E1 (STUDI KASUS: STASIUN UJAN MAS (KM381+8 s/d KM379+4))


Sistem transportasi kereta api di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang, khususnya pada petak lintas Stasiun Ujan Mas – Stasiun Penanggiran, mengalami peningkatan intensitas operasional angkutan batu bara dan penumpang yang menuntut daya dukung struktur jalan rel yang lebih tinggi. Kondisi ini menjadi tantangan bagi rel eksisting tipe R54E1 dengan kapasitas beban gandar maksimal 18 ton dalam mengakomodasi kebutuhan operasional yang terus meningkat. Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, PT KAI Divre III Palembang melaksanakan program peningkatan (upgrading) rel dari tipe R54E1 menjadi R60E1 sepanjang 1,38 km (KM381+8 s/d KM379+4), yang merupakan implementasi pertama rel R60E1 di wilayah kerja Divre III Palembang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi eksisting struktur atas jalan rel, menganalisis kelayakan teknis upgrade rel R60E1, serta membandingkan kinerja struktural antara rel R54E1 dan R60E1 pada petak lintas tersebut. Metode analisis yang digunakan bersifat evaluatif-kuantitatif, meliputi perhitungan beban lintas berdasarkan data Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2025, perhitungan beban dinamis dengan persamaan Talbot, serta analisis tegangan dan defleksi rel dengan pendekatan Beam on Elastic Foundation (BOEF) yang mengacu pada PM No. 60 Tahun 2012, PD No. 10 Tahun 1986, dan standar UIC 719R. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lintas Stasiun Ujan Mas termasuk kelas jalan I dengan daya angkut lintas sebesar 111.369.384,72 ton/tahun (lebih dari 20 juta ton/tahun) dan kecepatan rencana 100 km/jam. Hasil analisis kelayakan menunjukkan bahwa rel R60E1 memiliki nilai dumping factor (λ) sebesar 0,00916 cm⁻¹, lebih kecil dibandingkan R54E1 sebesar 0,00978 cm⁻¹, dengan jarak lengan momen R60E1 sebesar 85,736 cm dibandingkan 80,302 cm pada R54E1, sehingga beban terdistribusi ke bantalan sebesar 7.164,44 kg pada R60E1, lebih rendah dibandingkan 7.649,24 kg pada R54E1. Momen efektif R60E1 tercatat sebesar 291.356,38 kgcm, lebih besar dibandingkan R54E1 sebesar 272.890,69 kgcm, namun nilai tegangan lentur yang terjadi pada rel R60E1 justru lebih rendah, yaitu sebesar 776,055 kg/cm² dibandingkan R54E1 sebesar 889,404 kg/cm², akibat modulus penampang R60E1 yang lebih besar. Kedua nilai tegangan tersebut berada di bawah tegangan izin sebesar 1.325 kg/cm² sehingga dinyatakan layak secara teknis. Verifikasi silang antara data spesifikasi teknik Divre III Palembang dan data spesifikasi nasional PT KAI menunjukkan selisih yang sangat kecil (0,08–0,56%) pada seluruh parameter struktural, dengan peningkatan paling dominan terjadi pada momen inersia penampang sebesar 29,94–30,22%. Dengan demikian, upgrading rel R60E1 pada lintas Stasiun Ujan Mas terbukti memberikan kinerja struktural yang lebih unggul dibandingkan rel R54E1, mampu menurunkan tegangan lentur sebesar 12,74%, serta memenuhi persyaratan teknis sesuai PM No. 60 Tahun 2012.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608200019

Keyword
struktur atas jalan rel R60E1 R54E1 persamaan Talbot Beam on Elastic Foundation tegangan lentur