Analisis Tingkat Keberhasilan Revegetasi Pada Lahan Bekas Tambang Batubara PT XYZ
Kegiatan pertambangan batubara berpotensi menimbulkan dampak
negatif terhadap lingkungan, seperti perubahan, hilangnya lapisan
tanah atas (topsoil), penurunan kualitas tanah, dan terganggunya
ekosistem. Oleh karena itu, reklamasi dan revegetasi diperlukan untuk
memulihkan fungsi lahan pascatambang sehingga perlu dilakukan
evaluasi terhadap tingkat keberhasilannya. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis tingkat keberhasilan revegetasi pada area reklamasi
tahun tanam 2017-2021 serta menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup tanaman revegetasi di lahan
bekas tambang batubara PT XYZ. Penilaian keberhasilan revegetasi
mengacu pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Republik Indonesia Nomor SE. 1/ MENLHK/SETJEN/KU
M.1/1/2024 tentang Pedoman Reklamasi Hutan Akibat Penggunaan
Kawasan Hutan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode
purposive sampling dengan intensitas sampling 10% pada petak ukur
berukuran 25 m x 40 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
revegetasi tahun tanam 2017 termasuk kategori jelek, sedangkan
revegetasi tahun tanam 2018-2021 termasuk kategori sedang. Faktor
faktor yang mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup tanaman
revegetasi terutama berkaitan dengan kondisi media tumbuh, yaitu sifat
fisik dan kimia tanah. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh perbedaan
tekstur tanah, pH yang masih tergolong asam, kandungan C-organik, N
total, dan KTK yang rendah hingga sangat rendah, serta kandungan P
tersedia dan K-dd yang berada pada kategori sedang. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa kualitas media tumbuh pada lahan reklamasi
masih belum optimal sehingga diduga memengaruhi tingkat
kelangsungan hidup tanaman revegetasi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608200011
Keyword
Reklamasi Revegetasi Pascatambang Sifat Tanah Purposive Sampling