ANALISIS CONFLICT RATE, HEADWAY DAN KAPASITAS LINTAS PADA PETAK STASIUN PADANG - BANDARA INTERNASIONAL MINANGKABAU SEBAGAI EVALUASI KEBUTUHAN OPERASIONAL KERETA AP
Lintas kereta api Stasiun Padang–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) merupakan jalur tunggal yang masih menggunakan persinyalan mekanik dengan pengoperasian manual, sehingga berpotensi menimbulkan Conflict rate tinggi serta membatasi kapasitas operasional lintas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting persinyalan dan pola operasi, menghitung nilai Conflict rate, headway minimum, dan kapasitas lintas, serta mengevaluasi kecukupan kapasitas lintas terhadap kebutuhan operasional eksisting. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar evaluasi teknis bagi PT KAI Divre II Sumatera Barat dalam merencanakan pengembangan lintas ke depan.
Penelitian mencakup empat stasiun pada lintas Padang–BIM dan dibatasi pada analisis ketiga parameter tersebut berdasarkan kondisi persinyalan mekanik eksisting, tanpa mencakup perancangan teknis sistem elektrik maupun jalur ganda. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan Conflict rate dihitung melalui matriks konflik rute, headway melalui formula hubungan blok manual, dan kapasitas lintas melalui formula Scott. Hasil perhitungan dianalisis untuk melihat keterkaitan konfigurasi jalur tunggal dengan tingkat konflik rute, serta jenis persinyalan dengan kapasitas lintas yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan Conflict rate seluruh stasiun mencapai 100%, headway 17–21 menit, dan kapasitas lintas 48–78 perjalanan per hari dengan pemanfaatan 15,38%–66,67%, sehingga kapasitas eksisting masih mencukupi, namun penurunan Conflict rate memerlukan jalur ganda, sedangkan penggantian persinyalan elektrik dapat menjadi solusi peningkatan kapasitas jangka menengah.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608190017
Keyword
Conflict rate Headway Kapasitas lintas Jalur tunggal