Acne Patch Antibakteri Berbasis HPMC/Kitosan/Etil Selulosa Dengan Nanoemulsi Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L. )
Jerawat penyakit kulit yang berkaitan dengan pertumbuhan bakteri sehingga memerlukan sistem penghantaran obat topikal yang mampu mempertahankan kontak dengan zat aktif pada area lesi. Acne patch antibakteri berbasis polimer menjadi salah satu alternatif karena mampu melindungi sekaligus mengontrol pelepasan obat. Daun sirih hijau (Piper betle L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini memformulasikan dan mengevaluasi Acne patch antibakteri berbasis HPMC, Kitosan, dan Etil Selulosa yang mengandung nanoemulsi ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.). Hasil karakterisasi nanoemulsi menunjukkan nanoemulsi memiliki ukuran droplet 500 nm serta memiliki pH 6 yang aman untuk kulit, serta stabilitas yang baik berdasarkan uji sentrifugasi dan cycling test. Hasil evaluasi fisik menunjukkan bahwa acne patch antibakteri memiliki karakteristik fisik yang baik, dengan ketebalan 0,39 mm, bobot 0,41 g, dan nilai pH 4,75, serta memenuhi persyaratan daya lipat >300 kali lipatan. Spektrum FTIR memiliki pita serapan O–H, C–H, C=O, dan C=C aromatik, yang mengindikasikan keberadaan senyawa fenolik serta HPMC, kitosan, dan etil selulosa. Hasil uji pelepasan zat aktif mengalami pelepasan secara bertahap selama waktu pengujian, dengan persentase pelepasan sebesar 1,08%, 3,12%, 8,79%, 14,96%, dan mencapai 17,70% pada menit ke 120. Uji aktivitas antibakteri menghasilkan diameter zona hambat sebesar 12,00 mm terhadap Staphylococcus aureus, yang termasuk dalam kategori kuat.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608180035
Keyword
Acne Patch Nanoemulsi Pelepasan Zat Aktif Sistem Penghantaran Topikal Staphylococcus aureus.