Evaluasi Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Puskesmas Rawat Inap Sukabumi Bandar Lampung Periode Tahun 2024 - 2025
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang sesuai pedoman, sedangkan ketidaktepatan penggunaannya dapat menyebabkan kegagalan terapi dan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasien tuberkulosis paru serta mengevaluasi penggunaan OAT berdasarkan kriteria tepat diagnosis, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian di Puskesmas Rawat Inap Sukabumi Bandar Lampung periode 2024–2025. Penelitian menggunakan desain non-eksperimental dengan pendekatan deskriptif retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 98 pasien, distribusi jenis kelamin dominan laki- laki 51 orang (52,04%), mayoritas berusia 18–59 tahun (77,55%), memiliki berat badan 38–54 kg sebanyak 63 pasien (64,95%), merupakan pasien baru sebanyak 92 pasien (93,88%), tidak memiliki penyakit penyerta sebanyak 77 pasien (78,57%), lama pemberian obat tepat 6 bulan sebanyak 50 pasien (51%), tidak dilakukan pemeriksaan foto toraks berjumlah 63 pasien (64%), dan tidak memiliki riwayat merokok sebanyak 83 pasien (85%). Evaluasi penggunaan OAT berdasarkan kriteria 4T menunjukkan ketepatan diagnosis, obat, dosis, dan lama pemberian masing–masing 100%. Berdasarkan hasil yang telah di analisis di Puskesmas Rawat Inap Sukabumi Bandar Lampung telah sesuai pedoman.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608180033
Keyword
TB Paru OAT Evaluasi Puskesmas