Uji Aktivitas Penghambatan Enzim Tirosinase oleh Sediaan Serum Fitosom Ekstrak Biji Kopi Arabika (Coffea arabica L.) secara In Vitro
Kopi arabika (Coffea arabica L.) mengandung senyawa fenolik yang berpotensi menghambat aktivitas enzim tirosinase, enzim kunci dalam proses melanogenesis yang berperan dalam terjadinya hiperpigmentasi kulit. Keterbatasan penetrasi senyawa fenolik melalui stratum korneum mendorong pengembangan ekstrak biji kopi arabika dalam sistem fitosom yang diformulasikan menjadi sediaan serum. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai persen inhibisi dan IC₅₀ sediaan serum fitosom ekstrak biji kopi arabika secara in vitro serta menilai profil aktivitas penghambatannya terhadap enzim tirosinase. Pengujian dilakukan dengan metode enzimatis menggunakan substrat L-tirosin dan pengukuran absorbansi dopakrom pada panjang gelombang 492 nm. Asam kojat digunakan sebagai kontrol positif dan basis serum sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serum fitosom ekstrak biji kopi arabika memiliki persen inhibisi sebesar 20,28 ± 3,326%–85,50 ± 2,248 dengan nilai IC₅₀ sebesar 10.543,86 µg/mL, sedangkan asam kojat memiliki nilai IC₅₀ sebesar 54,95 µg/mL. Basis serum menunjukkan persen inhibisi yang tinggi, yaitu 99,06 ± 1,193%, yang mengindikasikan adanya kontribusi eksipien terhadap hasil pengukuran absorbansi pada sistem uji. Berdasarkan klasifikasi yang digunakan, kemampuan penghambatan sediaan tergolong ke dalam kategori sangat lemah sebagai inhibitor tirosinase. Dengan demikian, nilai yang diperoleh pada penelitian ini lebih mencerminkan kinerja sistem formulasi serum fitosom secara keseluruhan dibandingkan potensi antitirosinase murni dari ekstrak biji kopi arabika.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608180016
Keyword
Coffea arabica fitosom IC₅₀ serum tirosinase