Evaluasi Kestabilan Lereng Menggunakan Metode Kesetimbangan Batas Di Kawasan Wisata Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman, Bandar Lampung
Kawasan Wisata Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman, Bandar Lampung, memiliki topografi berbukit yang rawan terhadap kelongsoran yang dipengaruhi oleh perubahan kondisi hidrologi akibat infiltrasi air hujan. Penelitian ini bertujuan menentukan sifat fisik dan plastisitas tanah, memperoleh parameter kuat geser tanah berupa kohesi dan sudut geser dalam, menganalisis faktor keamanan lereng pada kondisi kering dan kondisi kenaikan muka air (head) menggunakan metode kesetimbangan batas (Limit Equilibrium Method), serta memberikan rekomendasi geometri lereng yang lebih aman. Penelitian dilakukan pada tiga lereng, yaitu UMI 1, UMI 2, dan UMI 3. Pengujian laboratorium meliputi kadar air, specific gravity, hubungan fase tanah, batas-batas Atterberg, dan direct shear, sedangkan analisis kestabilan lereng dilakukan menggunakan metode Morgenstern-Price pada perangkat lunak Slide. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah pada ketiga lereng diklasifikasikan sebagai CL–ML (lempung lanauan berplastisitas rendah). Peningkatan kondisi hidrologi menyebabkan bertambahnya tekanan air pori dan menurunkan tegangan efektif tanah sehingga nilai faktor keamanan berkurang. Nilai faktor keamanan pada kondisi kenaikan head berturut-turut sebesar 1,138 pada UMI 1, 0,910 pada UMI 2, dan 1,076 pada UMI 3 yang menunjukkan kondisi labil. Redesain geometri lereng melalui pelandaian kemiringan mampu meningkatkan faktor keamanan hingga berada pada kategori stabil. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam upaya mitigasi dan pengelolaan kestabilan lereng di kawasan wisata Tahura Wan Abdul Rachman.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608180003
Keyword
Kestabilan lereng kesetimbangan batas faktor keamanan kondisi hidrologi