POTENSI EKSTRAK ALANG-ALANG (Imperata cylindrica L.) SEBAGAI BIOHERBISIDA DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN TEKI (Cyperus rotundus L.)
Rumput teki (Cyperus rotundus L.) menjadi gulma yang sulit
dikendalikan karena menurunkan produktivitas tanaman budidaya
melalui kompetisi unsur hara, air, dan cahaya. Salah satu alternatif
untuk dijadikan bioherbisida adalah alang-alang (Imperata cylindrica).
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak rimpang alangalang serta mengetahui konsentrasi efektif dalam menghambat
pertumbuhan rumput teki. Penelitian ini menggunakan rancangan acak
lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu konsentrasi ekstrak
rimpang alang-alang dengan 5 taraf perlakuan meliputi kontrol/akuades
(1 L), 8 mL/L, 12 mL/L, 16 mL/L, dan 20 mL/L ekstrak rimpang alangalang. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 5 kali,
sehingga total unit percobaan sebanyak 25 percobaan. Parameter
pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat
basah dan berat kering tanaman, serta kandungan klorofil total. Data
yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (Anava) dengan
aplikasi IBM SPSS versi 27 dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple
Range Test (DMRT) taraf kepercayaan 95% apabila terdapat perbedaan
nyata antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi
8 mL/L ekstrak rimpang alang-alang efektif dalam mengambat
pertumbuhan vegetatif yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan
panjang akar. Jika konsentrasi ditingkatkan hingga 20 mL/L, maka
tingkat penghambatannya semakin besar. Konsentrasi 12 mL/L efektif
menurunkan kandungan klorofil total.
Kata Kunci: alang-alang, alelopati, bioherbisida, teki.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608130041
Keyword
alang-alang, alelopati, bioherbisida, teki.