Identifikasi Kerentanan Longsor Berdasarkan Metode Mikrotremor Horizontal to Vertical Spectral Ratio dan Nilai Ground Shear Strain di Kelurahan Sukadanaham, Lampung
Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam geologi yang sering melanda wilayah bertopografi perbukitan dan berlereng terjal, seperti di Kelurahan Sukadanaham, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dinamika tanah serta tingkat kerentanan longsor di kawasan tebing Jalan Kebersihan berdasarkan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) dan analisis Ground Shear Strain (GSS). Akuisisi data mikrotremor dilakukan pada 6 titik lokasi pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan nilai faktor amplifikasi (A0) berkisar antara 1,467 hingga 4,161 (kategori rendah hingga sedang). Nilai frekuensi dominan (f0) berkisar antara 0,111 Hz hingga 5,451 Hz, di mana mayoritas titik didominasi Tipe IV (f0 < 1,0 Hz) yang mengindikasikan keberadaan lapisan sedimen lunak sangat tebal. Estimasi ketebalan sedimen (H) bervariasi dari 12,86 meter (bedrock dangkal) hingga 479,846 meter (sedimen tebal). Indeks Kerentanan Seismik (kg) berada pada rentang 2,26 (rendah) hingga 155,98 (sangat tinggi). Berdasarkan data historis gempa bumi tahun 1919–2026, nilai rata-rata Peak Ground Acceleration (PGA) diperoleh sebesar 0,47 gal, menempatkan lokasi pada Skala Intensitas Gempa (SIG) BMKG tingkat I (sangat rendah). Nilai GSS berkisar antara 1,06 × 10-6 hingga 73,31 × 10-6, mengindikasikan respons dinamika tanah masih dalam batas deformasi elastis. Hal ini menunjukkan guncangan seismik bukan pemicu utama longsor, melainkan lebih dipengaruhi faktor non-seismik seperti kemiringan lereng, curah hujan tinggi, ketebalan sedimen, dan kondisi penggunaan lahan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608120050
Keyword
Mikrotremor HVSR Amplifikasi Indeks Kerentanan Seismik PGA Ground Shear Strain Longsor Sukadanaham