Prediktabilitas Atmosfer di Benua Maritim pada Kejadian Madden-Julian Oscillation (MJO) Aktif Tahun 2024
Prediktabilitas atmosfer pada skala subseasonal-to-seasonal (S2S) merupakan aspek penting dalam pengembangan sistem prakiraan cuaca dan iklim di wilayah tropis. Madden-Julian Oscillation(MJO) merupakan salah satu sumber utama prediktabilitas pada skala tersebut, namun propagasinya sering melemah saat melintasi Benua Maritim (BM) akibat Maritime Continent barrier effect, sehingga menurunkan kemampuan model prakiraan. Kajian mengenai pertumbuhan error prakiraan atmosfer menggunakan pendekatan Difference Kinetic Energy (DKE) selama fase aktif MJO di BM masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis prediktabilitas atmosfer di BM selama kejadian MJO aktif fase 4 dan 5 periode Januari-Februari-Maret (JFM) 2024, serta mengevaluasi perbedaan distribusi spasial sirkulasi angin dan kelembapan antara prakiraan Climate Forecast System Version 2 (CFSv2) dan reanalisis ERA5. Analisis dilakukan menggunakan DKE berdasarkan selisih komponen angin pada level 850, 500, dan 200 hPa serta kolom atmosfer penuh, dengan kejadian MJO aktif diidentifikasi menggunakan indeks RMM beramplitudo ≥ 1,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan error meningkat selama kedua kejadian MJO aktif, dengan puncak DKE kolom atmosfer terjadi menjelang akhir masing-masing kejadian, namun seluruh nilai DKE masih berada di bawah ambang batas saturasi. Level 850 hPa menunjukkan respons paling sensitif terhadap aktivitas MJO, sedangkan troposfer atas memiliki variabilitas error terbesar. Analisis spasial menunjukkan bahwa CFSv2 cenderung underestimate kecepatan angin dan transpor kelembapan di wilayah selatan BM, yang mengindikasikan keterbatasan model dalam merepresentasikan propagasi MJO. Temuan ini mendukung evaluasi dan pengembangan sistem prakiraan S2S di wilayah tropis.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608100005
Keyword
MJO Benua Maritim (BM) Prediktabilitas Atmosfer Difference Kinetic Energy(DKE) CFSv2 ERA5