IDENTIFIKASI LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA PIT KOTO BOYO PT SUMBER CAHAYA MINERAL, KABUPATEN BATANGHARI PROVINSI JAMBI
Pemahaman terhadap lingkungan pengendapan batubara menjadi aspek penting dalam menjelaskan pola penyebaran, ketebalan, kontinuitas, dan kualitas seam batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi litologi, asosiasi fasies, dan lingkungan pengendapan batubara di PIT Koto Boyo, PT Sumber Cahaya Mineral, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Data yang digunakan meliputi touch coring, well logging berupa log Gamma ray dan log density, serta data kualitas batubara berupa total sulfur pada sumur BH 03, BH 05, BH 12, DH 12, dan DH 17. Metode penelitian dilakukan melalui interpretasi litologi, korelasi litostratigrafi, analisis fasies dan asosiasi fasies, serta penentuan lingkungan pengendapan berdasarkan model delta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litologi daerah penelitian didominasi oleh batupasir, batulanau, batulempung, dan batubara. Asosiasi fasies pada sumur BH 05 menunjukkan lingkungan Transitional Lower Delta Plain, sedangkan sumur BH 12 menunjukkan lingkungan Lower Delta Plain yang dicirikan oleh dominasi sedimen halus, pola coarsening upward, dan bentuk log Gamma ray funnel. Nilai total sulfur seam D yang tinggi mengindikasikan pengaruh air laut, sedangkan seam AA, B, dan C memiliki nilai sulfur rendah yang mencerminkan pengaruh fluvial yang lebih dominan. Berdasarkan integrasi seluruh data, lingkungan pengendapan daerah penelitian diinterpretasikan berada pada lingkungan delta, khususnya Lower Delta Plain dan Transitional Lower Delta Plain.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608090001
Keyword
Batubara, lingkungan pengendapan, asosiasi fasies,