(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Penurunan Muka Tanah di Wilayah Tangerang Menggunakan Metode SBAS-InSAR pada 2017-2020


Penurunan muka tanah merupakan salah satu bentuk deformasi permukaan yang dapat memengaruhi kondisi lingkungan, stabilitas infrastruktur, dan pembangunan perkotaan. Greater Tangerang sebagai bagian dari Kawasan Metropolitan Jakarta mengalami perkembangan wilayah yang pesat sehingga pemantauan deformasi permukaan secara berkelanjutan menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial dan laju penurunan muka tanah di Greater Tangerang menggunakan metode Small Baseline Subset Interferometric Synthetic Aperture Radar (SBAS-InSAR) berdasarkan citra satelit Sentinel-1. Analisis dilakukan menggunakan data Sentinel-1 lintasan ascending dan descending selama periode pengamatan. Deformasi permukaan dianalisis melalui peta kecepatan dan analisis statistik untuk mengidentifikasi pola spasial penurunan muka tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deformasi permukaan di Greater Tangerang memiliki karakteristik yang bervariasi secara spasial. Area yang mengalami penurunan muka tanah signifikan terkonsentrasi pada bagian selatan dan tenggara wilayah penelitian, sedangkan kondisi relatif stabil dan pengangkatan lokal ditemukan pada beberapa bagian utara dan barat. Dataset descending menghasilkan laju deformasi rata-rata sebesar −0,67 mm/tahun, sedangkan dataset ascending menunjukkan nilai rata-rata sebesar 0,54 mm/tahun. Nilai deformasi minimum yang diperoleh masing-masing mencapai sekitar −35,93 mm/tahun pada dataset descending dan −100,34 mm/tahun pada dataset ascending. Analisis histogram menunjukkan bahwa sebagian besar nilai deformasi terkonsentrasi di sekitar kecepatan nol yang mengindikasikan dominasi kondisi tanah yang relatif stabil pada sebagian besar wilayah penelitian. Konsistensi hasil pengamatan ascending dan descending mengonfirmasi terjadinya penurunan muka tanah yang persisten pada beberapa wilayah di Greater Tangerang. Bagian selatan dan tenggara Greater Tangerang teridentifikasi sebagai area yang memiliki kerentanan tertinggi terhadap penurunan muka tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode SBAS-InSAR efektif untuk memantau deformasi permukaan dan dapat menyediakan informasi yang mendukung upaya mitigasi penurunan muka tanah serta pembangunan perkotaan yang berkelanjutan di Greater Tangerang.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608070010

Keyword
Land Subsidence SBAS-InSAR Sentinel-1 Greater Tangerang