PETROGENESIS LAVA PRODUK GUNUNG GAMALAMA, TERNATE, MALUKU UTARA
Gunung Gamalama merupakan gunung api aktif di Pulau Ternate, Maluku Utara, yang terbentuk akibat subduksi Lempeng Laut Filipina, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Eurasia dan kolisi kompleks Lempeng Laut Maluku. Aktivitas vulkanisme Gunung Gamalama memiliki tiga fase erupsi, yaitu fase Gamalama Tua, Gamalama Dewasa, dan Gamalama Muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi petrogenesis dan proses evolusi magma Gunung Gamalama. Metode yang digunakan meliputi analisis petrografi terhadap 10 sampel sayatan tipis lava serta analisis geokimia pada 12 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase Gamalama Tua, produk erupsi berupa batuan porfiri basalt dan porfiri andesit dengan kandungan SiO2 (50,35–60,43 wt.%), dengan evolusi dikontrol oleh fraksionasi kristal dan magma mixing ditunjukkan oleh tekstur sieve dan kenaikan rentang anortit. Pada fase Gamalama Dewasa, produk berupa batuan porfiri andesit dengan kandungan SiO2 (55,13–55,81 wt.%), fraksionasi kristal terlihat pada pola diagram harker, tekstur glomeroporfirirtik dan oscillatory zoning, dan tekstur sieve penciri magma mixing. Pada fase Gamalama Muda, produk batuan porfiri basalt dan porfiri andesit dengan kandungan SiO2 (53,78–61,04 wt.%), evolusi magma dikontrol oleh fraksionasi kristal dan magma mixing yang terjadi secara berulang ditunjukkan dari fluktuasi nilai anortit. Kehadiran tekstur mikrolit dan broken crystal pada seluruh fase menunjukkan proses erupsi. Secara keseluruhan, lava Gunung Gamalama memiliki rentang SiO2 (50,35–61,04 wt.%) dan didominasi oleh seri magma calc-alkaline, dan seri tholeiite pada sebagian lava Gamalama Muda. Pola diagram laba-laba menunjukkan adanya anomali negatif unsur Nb, Ta, dan Ti, serta pengayaan unsur Rb, Ba yang menunjukkan magma terbentuk pada tatanan tektonik busur kepulauan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608070005
Keyword
Gunung Gamalama Ternate petrogenesis evolusi magma