Analisis Fasies dan Interpretasi Lingkungan Pengendapan Pada Formasi Muara Enim di Lapangan “FM” IUP PT Tiga Daya Minergy, Sumatra Selatan
Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan sumber daya energi salah satunya adalah batubara dengan cadangan mencapai 31.96 miliar ton. Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi penghasil batubara yang cukup melimpah khususnya pada Formasi Muara Enim. Salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan di Provinsi Sumatera Selatan adalah PT Tiga Daya Minergy yang melakukan kegiatan eksplorasi batubara menggunakan data permukaan berupa data outcrop pada dinding PIT, data bawah permukaan berupa data well logging dan data cutting untuk mengidentifikasi kondisi atas dan dibawah permukaan secara jelas, cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasies batuan, elektrofasies, nilai total sulfur batubara, asosiasi fasies, interpretasi lingkungan pengendapan serta proses pengendapan pada daerah penelitian. Penelitian ini menggunakan data well logging, data cutting, dan data nilai total sulfur batubara pada sumur bor FM_H09, FM_H10A, FM_H10B, serta data outcrop. Berdasarkan hasil penelitian pada lapangan “FM”, Fasies yang hadir yaitu fasies batulempung, fasies batupasir yang dicirikan terdapat sisipan tipis batulempung dan fasies batubara. Terdapat tiga lapisan batubara yaitu seam A, seam B, dan seam C dengan kandungan nilai total sulfur batubara rendah. Asosiasi fasies terdiri dari crevasse splay, swamp, dan interdistributary bay yang mencirikan lingkungan pengendapan delta dengan sublingkungan transtional lower delta plain. Proses pengendapan menunjukkan pengaruh sistem regresi dan diandai oleh progradasi.
Kata Kunci: Asosiasi Fasies, batubara, lingkungan pengendapan, seam, transtional lower delta plain.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608060030
Keyword
Asosiasi fasies batubara lingkungan pengendapan seam transtional lower delta plain