Hubungan Rasionalitas Antibiotik Empiris Terhadap Outcome Klinis Pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X Bandar Lampung
Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu infeksi bakteri yang memerlukan pemberian antibiotik empiris sebelum hasil kultur dan uji kepekaan antibiotik tersedia, sehingga penggunaan antibiotik yang rasional berperan penting dalam meningkatkan outcome klinis pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasien ISK, rasionalitas antibiotik empiris dan hubungan rasionalitas antibiotik empiris terhadap outcome klinis pada pasien ISK di RS X Bandar Lampung pada periode September 2024–September 2025. Penelitian berjenis observasional dengan desain cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif pada rekam medis sebanyak 70 sampel. Rasionalitas antibiotik dinilai dengan metode Gyssens dan outcome klinis dinilai dari penilaian dokter berdasarkan perbaikan gejala. Karakteristik pasien didominasi perempuan sebanyak 51 pasien (72,9%), usia 18-59 tahun sebanyak 46 pasien (65,7%), komorbiditas diabetes mellitus (DM) sebanyak 15 pasien (25,9%), kasus pielonefritis sebanyak 56 pasien (80,0%), ISK non komplikata sebanyak 39 pasien (55,7%), dan lama rawat inap ≤ 3 hari sebanyak 53 pasien (75,7%). Hasil evaluasi rasionalitas antibiotik menunjukkan 38 pasien (54,3%) mendapatkan antibiotik rasional dan 32 pasien (45,7%) tidak rasional. Hasil analisis menggunakan uji Fisher Exact Test menunjukkan terdapat hubungan antara rasionalitas antibiotik dengan outcome klinis pasien ISK dengan nilai p=0,007 (p<0,05). Dengan demikian, penggunaan antibiotik empiris yang rasional berhubungan dengan outcome klinis yang lebih baik pada pasien ISK.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608050019
Keyword
Infeksi Saluran Kemih (ISK) antibiotik empiris rasionalitas Gyssens outcome klinis