Hubungan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Empiris terhadap Luaran Klinis Pasien Community-Acquired Pneumonia (CAP) di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Moeloek
Community-Acquired Pneumonia (CAP) merupakan salah satu infeksi yang sering ditemukan pada pasien rawat inap dan memerlukan terapi antibiotik empiris sebagai terapi awal. Rasionalitas penggunaan antibiotik empiris penting dianalisis karena dapat memengaruhi luaran klinis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan rasionalitas antibiotik empiris terhadap luaran klinis pasien CAP di instalasi rawat inap RSUD Abdul Moeloek. Penelitian ini merupakan penelitian analitik non-eksperimental dengan desain cross sectional. Data dikumpulkan secara retrospektif melalui rekam medis pasien dewasa CAP periode Januari–Desember 2024 menggunakan teknik purposive sampling. Rasionalitas antibiotik empiris dianalisis berdasarkan kriteria 4T, meliputi tepat diagnosis, tepat pasien, tepat jenis antibiotik, dan tepat regimen dosis. Luaran klinis dinilai berdasarkan kondisi pasien membaik atau tidak membaik sesuai keputusan dokter. Hubungan rasionalitas antibiotik empiris dan luaran klinis dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Sebanyak 102 pasien memenuhi kriteria inklusi penelitian. Penggunaan antibiotik empiris yang rasional sebesar 64,71%, dengan tepat diagnosis 100%, tepat pasien 100%, tepat jenis antibiotik 75,49%, serta tepat regimen dosis 84,31%. Luaran klinis menunjukkan 80,39% pasien membaik dan 19,61% tidak membaik. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara rasionalitas antibiotik empiris dan luaran klinis pasien CAP (p = 0,005). Hubungan antara rasionalitas antibiotik empiris dan luaran klinis pada penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik yang rasional berpotensi meningkatkan keberhasilan terapi pada pasien CAP rawat inap.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608040002
Keyword
Community-Acquired Pneumonia (CAP), antibiotik emp