Hubungan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Empiris terhadap Lama Rawat Inap Pasien Gastroenteritis di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung
Gastroenteritis merupakan peradangan pada saluran pencernaan akibat infeksi virus, bakteri, atau parasit sehingga antibiotik empiris dipertimbangkan pada kasus yang dicurigai disebabkan oleh infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik empiris yang tidak rasional berpotensi menyebabkan kegagalan terapi, resistensi bakteri, dan memperpanjang lama rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik empiris terhadap lama rawat inap pasien gastroenteritis di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan pengambilan data secara retrospektif terhadap rekam medis pasien dewasa periode Januari–Desember 2024 menggunakan teknik purposive sampling. Populasi penelitian berjumlah 202 pasien, dengan 88 pasien yang memenuhi kriteria penelitian. Evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik empiris dilakukan menggunakan metode 4T yang meliputi tepat diagnosis, tepat pasien, tepat jenis antibiotik, dan tepat regimen dosis. Pasien didominasi oleh kelompok usia 18–59 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan tidak memiliki komorbid. Penggunaan antibiotik empiris yang rasional ditemukan pada 59 pasien (67,0%), sedangkan 47 pasien (53,4%) menjalani lama rawat inap ≤3 hari. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas penggunaan antibiotik empiris dengan lama rawat inap pasien gastroenteritis.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608020001
Keyword
Gastroenteritis, antibiotik empiris, rasionalitas,