IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN GERIATRI DENGAN PPOK DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT X BANDAR LAMPUNG PERIODE JANUARI-DESEMBER 2024
Pasien geriatri dengan PPOK memiliki risiko tinggi mengalami DRPs akibat penurunan fungsi organ tubuh dan tingginya penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan gambaran DRPs pada pasien geriatri dengan PPOK di instalasi rawat inap Rumah Sakit X Bandar Lampung tahun 2024. Penelitian ini adalah non-eksperimental deskriptif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 68 dari total 117 rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi oleh laki-laki (85,30%; n=58), kelompok usia geriatri muda (64,70%; n=44), memiliki komorbid (58,80%; n=40), mengalami polifarmasi (100%; n=68), dengan obat paling banyak digunakan adalah asetilsistein (15,96%; n=68). Sebagian besar pasien menjalani rawat inap ≥ 7 hari (51,50%; n=35), mengalami sesak napas (98,50%; n=67), batuk berdahak (100%; n=68), SpO2 < 95% (61,76%; n=42), ada wheezing (39,71%; n=27), dan RR ≥ 25 kali/menit sebanyak (57,40%; n=39). Terdapat 67 pasien teridentifikasi mengalami DRPs, dengan total 111 kejadian yang rinciannya sebagai berikut. Interaksi obat (60,36%; n=67), dosis terlalu rendah (33,33%; n=37), terapi obat tidak diperlukan (3,60%; n=4), membutuhkan terapi tambahan (2,70%; n=3), dan dosis terlalu tinggi (0%; n=0). Simpulan pada penelitian ini adalah seluruh pasien geriatri dengan PPOK teridentifikasi mengalami kejadian DRPs dengan profil kejadian tertinggi adalah interaksi obat.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608010008
Keyword
Geriatri PPOK Drug Related Problems