Evaluasi Kualitatif dan Kuantitatif Penggunaan Antibiotik Empiris pada Pasien Sepsis Rawat Inap di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Periode 2024
Sepsis merupakan kondisi disfungsi organ yang mengancam jiwa akibat respons tubuh yang tidak terkontrol terhadap infeksi. Pemberian antibiotik empiris yang tepat merupakan terapi pada fase awal penatalaksanaan sepsis untuk mengendalikan infeksi serta mencegah progresivitas penyakit menjadi syok septik, kegagalan organ, hingga kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien sepsis, profil penggunaan antibiotik, serta mengevaluasi penggunaannya secara kualitatif (metode 4T) maupun kuantitatif (ATC/DDD). Penelitian ini merupakan observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive sampling sebanyak 52 pasien sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelitian, dominasi pasien adalah laki-laki (53,85%), usia 18-59 tahun (75%), penyakit penyerta stroke (10%), lama rawat inap ≥ 7 hari (75%), lokasi infeksi saluran pernapasan (46,15%), dan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah seftriakson (36,84%). Hasil evaluasi kualitatif antibiotik diperoleh 100% tepat diagnosis, 98,08% tepat pasien, 34,62% tepat jenis antibiotik, dan 73,07% tepat regimen dosis. Hasil evaluasi kuantitatif antibiotik diperoleh total nilai DDD/100 patient-days sebesar 52,58 dengan nilai yang paling tinggi yaitu seftriakson sebesar 22,60 DDD/100 patient-days. Hasil tersebut menunjukkan masih terdapat ketidaksesuaian penggunaan antibiotik empiris dengan pedoman penggunaan antibiotik dan diperlukan pertimbangan yang lebih selektif dalam penggunaan antibiotik untuk pasien sepsis.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2608010005
Keyword
Sepsis Antibiotik Empiris Penggunaan Antibiotik 4T ATC/DDD