Pendekatan In Silico Senyawa Ekstrak Metanol Andaliman serta Pengembangan Nanoemulsi Transdermal Patch sebagai Kandidat Antikanker Kulit
Kanker kulit menjadi salah satu jenis kanker dengan insidensi yang terus meningkat. Buah andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) mengandung senyawa aktif geraniol, geranyl acetate, dan limonene-1,2-diol yang berpotensi antikanker, namun belum dipetakan spesifik pada kanker kulit. Berdasarkan analisis bioinformatika, ketiga senyawa berpotensi memiliki mekanisme kerja multitarget yang terpusat pada protein PIK3CA, EGFR, dan JAK2 untuk mengontrol kaskade persinyalan PI3K-Akt, EGFR, dan JAK-STAT. Hasil molecular docking menunjukkan ketiga senyawa mengikat ATP-binding pocket dengan nilai ΔG berkisar antara -5,5 kcal/mol (geraniol pada PIK3CA) sampai -6,6 kcal/mol (limonene-1,2-diol pada PIK3CA). Ketiganya secara konsisten berinteraksi dengan residu jangkar fungsional yang sama, meliputi Cys838 dan Val851 pada PIK3CA; Met793 dan Lys745 pada EGFR; serta Leu932 dan Arg980 pada JAK2, sehingga diduga berpotensi inhibisi kompetitif pada area hinge region kinase protein target. Diperlukan penelitian eksperimental lanjutan untuk memastikan efektivitas senyawa ini. Pada pengujian sediaan fisik, nanoemulsi yang dihasilkan memiliki ukuran droplet dominan 500 nm dan tetap stabil tanpa pemisahan fase selama cycling test. Seluruh formulasi transdermal patch dengan polimer HPMC/EC/pektin memiliki karakteristik fisik dengan ketebalan 0,223–0,370 mm, bobot 0,148–0,190 g, pH aman kulit (4,59–5,73), ketahanan lipat >300 kali, gugus fungsi antarkomponen kompatibel, serta steril dari kontaminasi mikroba.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607310013
Keyword
Andaliman Kanker kulit Molecular docking Nanoemulsi Network pharmacology Transdermal patch