Analisis Potensi Longsor Dengan Menggunakan Metode Mikrotremor Di Jalur Wisata Pantai Di Desa Gebang Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran
Jalan Way Ratai didominasi oleh bukit serta lereng sepanjang jalan menuju lokasi wisata alam yang berpotensi terjadinya bencana longsor. Tebing A, B, dan C yang terletak disepanjang bahu jalan Way Ratai, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menjadi daerah penelitian untuk mengukur indeks kerentanan seismik menggunakan pengukuran mikrotremor. Data mikrotremor yang diperoleh diantaranya ialah frekuensi dominan (f0), faktor amplifikasi (A0), periode dominan (T0), ketebalan sedimen (ℎ), kecepatan gelombang geser pada kedalaman 30 meter (Vs30), indeks kerentanan seismik (K_g) dan kemiringan lereng serta Estimasi Volume Longsor. Hasil penglahan data dari ketiga bukit menunjukkan nilai amplifikasi (A) sebesar 1,8 – 5,6 meter, nilai frekuensi (f) sebesar 1,1 – 17,8 Hz, Nilai periode (T0) sebesar 0,005 – 1,18 s, nilai kecepatan gelombang geser pada kedalaman 30 meter (Vs30) sebesar 16,75 – 937,5 m2. Lapisan sedimen (H) berkisar antara 1,13 – 13,16 m. Indeks kerentanan seismic berkisar antara 0,22 – 8,9 m2s. Nilai kemiringan lereng juga diperoleh berkisar antara 28,40 – 440 dengan persentase antara 31,2% - 97% klasifikasi curam dan sangat curam. Kemudian estimasi volume longsor secara berurutan yaitu 5.026, 5 untuk tebing A, untuk tebing B sebesar 1.930,6 m3, dan untuk C sebesar 8.892,8 m3. Berdasarkan hasil penelitian diketahui tebing T2 pada titik T2-2 memili indeks kerentanan dengan klasifikasi tinggi terhadap longsor dengan nilai rata- rata sedang, begitu pula dengan C1 yang memiliki klasifikasi tinggi berdasarkan indeks kerentanan seismiknya terhadap longsor dengan nilai rata- rata sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tebing B dan tebing C memiliki potensi terhadap bencana longsor.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607310008
Keyword
Longsor Mikrotremor Mikrotremor