ANALISIS URBAN HEAT ISLAND (UHI) BERDASARKAN PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TAHUN 2015 – 2024 (STUDI KASUS: PROVINSI BANTEN)
Urbanisasi yang masif memicu perubahan tutupan lahan secara
signifikan dan mendorong terjadinya fenomena Urban Heat
Island (UHI) di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk
memetakan kawasan UHI dan tutupan lahan, kemudian
menganalisis tren dan hubungan antara perubahan suhu
permukaan dan tutupan lahan. Metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasio-temporal
yang memanfaatkan data Land Surface Temperature (LST) serta
indeks tutupan lahan (NDVI dan NDBI) dari Citra Landsat 8 di
Provinsi Banten untuk tahun 2015, 2018, 2020, dan 2024. Hasil
penelitian menunjukkan adanya variasi spasial fenomena UHI
yang jelas antara wilayah Utara dan Selatan Banten. Wilayah
Utara Banten (Tangerang Raya, Kota Serang, dan Kota Cilegon)
menjadi pusat hotspot UHI akibat tingginya area terbangun
(NDBI tinggi), dengan suhu LST tertinggi mencapai 48°C di Kota
Tangerang Selatan pada tahun 2020. Sebaliknya, wilayah Selatan
Banten (Kabupaten Lebak dan Pandeglang) konsisten menjadi
area coldspot karena didominasi vegetasi rapat (NDVI tinggi)
dengan LST terendah mencapai 10,7 °C di Kabupaten Lebak.
Secara statistik, fenomena UHI ini dikonfirmasi oleh hubungan
linear dengan beberapa parameter, di mana NDBI berbanding
lurus dengan peningkatan LST, sedangkan NDVI berbanding
terbalik dengan LST. Secara spasial, terjadi pesebaran intensitas
UHI di wilayah Utara Banten yang polanya bergerak dan
mengelompok (clustering) ke arah perbatasan Provinsi Daerah
Khusus Jakarta.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607300028
Keyword
Urban Heat Island Land Surface Temperature NDVI NDBI Tutupan Lahan