Analisis Konsumsi Kapasitas Lintas Pada Ruas Jatimulya - Cawang LRT Jabodebek Menggunakan Metode UIC 406
Seiring dengan pertumbuhan jumlah penumpang LRT Jabodebek setiap tahunnya, moda transportasi berbasis rel ini menjadi andalan penting untuk mengurangi kemacetan perkotaan. Menggunakan sistem persinyalan Communication Based Train Control (CBTC) GoA 3, LRT ini dirancang untuk memperpendek jarak antar-kereta (headway). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat konsumsi kapasitas lintas Jatimulya – Cawang berdasarkan standar International Union of Railways (UIC) Code 406 menggunakan metode kompresi jadwal, memproyeksikan kejenuhan kapasitas berdasarkan ramalan jumlah penumpang, serta menyusun skenario penambahan frekuensi perjalanan di masa depan. Hasil analisis menunjukkan headway minimum teoritis berbasis moving block adalah 2 menit dengan headway operasi aman 3 menit. Nilai konsumsi kapasitas eksisting secara keseluruhan sebesar 28,84%, dengan rincian 35% peak pagi, 26,84% off-peak siang, 36% peak sore, dan 20,77% off-peak malam. Angka ini berada jauh di bawah batas rekomendasi UIC 406 (85% peak dan 70% off-peak), sehingga lintas ini masih memiliki kapasitas tersisa yang besar untuk mengakomodasi penambahan perjalanan guna melayani proyeksi pertumbuhan penumpang tahun 2030 – 2035.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607300016
Keyword
Kapasitas Lintas LRT Jabodebek Metode UIC 406 Kompresi Jadwal Headway Minimum