(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Tekno-Ekonomi Perbandingan Skema Kelistrikan Off-grid dan Hybrid Pada Produksi Hidrogen Hijau dengan PEM Electrolyzer Terintegrasi PLTS 1 MWp Itera


Indonesia memiliki target mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Untuk mencapainya, perlu pengembangan teknologi pada energi terbarukan. Salah satu alternatif yang menjanjikan adalah produksi hidrogen hijau menggunakan Proton Exchange Membrane (PEM) Electrolyzer yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja teknis, lingkungan, dan ekonomi dari sistem produksi hidrogen hijau pada skema kelistrikan off-grid dan hybrid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Skema off-grid dapat menghasilkan hidrogen 16.623 kg/tahun, skema hybrid sebesar 23.132,10 kg per tahun. Dari sisi lingkungan, skema off-grid memiliki intensitas emisi yang lebih rendah, yaitu sebesar 2,68 kg CO₂ per kgH₂, dibandingkan skema hybrid memiliki intensitas emisi sebesar 15,37 kg CO₂ per kgH₂. Dari sisi ekonomi, skema off-grid memiliki nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp1.818.579.868,37 Internal Rate of Return (IRR) 6,29%, Levelized Cost of Hydrogen (LCOH) sebesar Rp72.571,68 per kgH₂, dan Payback Periode (PBP)14,95 tahun. Sementara itu, skema hybrid memiliki NPV sebesar Rp2.339.351.848,47, IRR 7,97%, LCOH sebesar Rp76.482,79 per kgH₂, dan PBP 11,99 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skema hybrid unggul dari aspek teknis, sedangkan skema off-grid lebih unggul dari aspek lingkungan dan biaya produksi hidrogen. oleh karena itu, pemilihan konfigurasi sistem perlu di sesuaikan dengan tujuan pengembangan. Indonesia memiliki target mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Untuk mencapainya, perlu pengembangan teknologi pada energi terbarukan. Salah satu alternatif yang menjanjikan adalah produksi hidrogen hijau menggunakan Proton Exchange Membrane (PEM) Electrolyzer yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja teknis, lingkungan, dan ekonomi dari sistem produksi hidrogen hijau pada skema kelistrikan off-grid dan hybrid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Skema off-grid dapat menghasilkan hidrogen 16.623 kg/tahun, skema hybrid sebesar 23.132,10 kg per tahun. Dari sisi lingkungan, skema off-grid memiliki intensitas emisi yang lebih rendah, yaitu sebesar 2,68 kg CO₂ per kgH₂, dibandingkan skema hybrid memiliki intensitas emisi sebesar 15,37 kg CO₂ per kgH₂. Dari sisi ekonomi, skema off-grid memiliki nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp1.818.579.868,37 Internal Rate of Return (IRR) 6,29%, Levelized Cost of Hydrogen (LCOH) sebesar Rp72.571,68 per kgH₂, dan Payback Periode (PBP)14,95 tahun. Sementara itu, skema hybrid memiliki NPV sebesar Rp2.339.351.848,47, IRR 7,97%, LCOH sebesar Rp76.482,79 per kgH₂, dan PBP 11,99 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skema hybrid unggul dari aspek teknis, sedangkan skema off-grid lebih unggul dari aspek lingkungan dan biaya produksi hidrogen. oleh karena itu, pemilihan konfigurasi sistem perlu di sesuaikan dengan tujuan pengembangan. Indonesia memiliki target mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Untuk mencapainya, perlu pengembangan teknologi pada energi terbarukan. Salah satu alternatif yang menjanjikan adalah produksi hidrogen hijau menggunakan Proton Exchange Membrane (PEM) Electrolyzer yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja teknis, lingkungan, dan ekonomi dari sistem produksi hidrogen hijau pada skema kelistrikan off-grid dan hybrid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Skema off-grid dapat menghasilkan hidrogen 16.623 kg/tahun, skema hybrid sebesar 23.132,10 kg per tahun. Dari sisi lingkungan, skema off-grid memiliki intensitas emisi yang lebih rendah, yaitu sebesar 2,68 kg CO₂ per kgH₂, dibandingkan skema hybrid memiliki intensitas emisi sebesar 15,37 kg CO₂ per kgH₂. Dari sisi ekonomi, skema off-grid memiliki nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp1.818.579.868,37 Internal Rate of Return (IRR) 6,29%, Levelized Cost of Hydrogen (LCOH) sebesar Rp72.571,68 per kgH₂, dan Payback Periode (PBP)14,95 tahun. Sementara itu, skema hybrid memiliki NPV sebesar Rp2.339.351.848,47, IRR 7,97%, LCOH sebesar Rp76.482,79 per kgH₂, dan PBP 11,99 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skema hybrid unggul dari aspek teknis, sedangkan skema off-grid lebih unggul dari aspek lingkungan dan biaya produksi hidrogen. oleh karena itu, pemilihan konfigurasi sistem perlu di sesuaikan dengan tujuan pengembangan.Indonesia memiliki target mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Untuk mencapainya, perlu pengembangan teknologi pada energi terbarukan. Salah satu alternatif yang menjanjikan adalah produksi hidrogen hijau menggunakan Proton Exchange Membrane (PEM) Electrolyzer yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja teknis, lingkungan, dan ekonomi dari sistem produksi hidrogen hijau pada skema kelistrikan off-grid dan hybrid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Skema off-grid dapat menghasilkan hidrogen 16.623 kg/tahun, skema hybrid sebesar 23.132,10 kg per tahun. Dari sisi lingkungan, skema off-grid memiliki intensitas emisi yang lebih rendah, yaitu sebesar 2,68 kg CO₂ per kgH₂, dibandingkan skema hybrid memiliki intensitas emisi sebesar 15,37 kg CO₂ per kgH₂. Dari sisi ekonomi, skema off-grid memiliki nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp1.818.579.868,37 Internal Rate of Return (IRR) 6,29%, Levelized Cost of Hydrogen (LCOH) sebesar Rp72.571,68 per kgH₂, dan Payback Periode (PBP)14,95 tahun. Sementara itu, skema hybrid memiliki NPV sebesar Rp2.339.351.848,47, IRR 7,97%, LCOH sebesar Rp76.482,79 per kgH₂, dan PBP 11,99 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skema hybrid unggul dari aspek teknis, sedangkan skema off-grid lebih unggul dari aspek lingkungan dan biaya produksi hidrogen. oleh karena itu, pemilihan konfigurasi sistem perlu di sesuaikan dengan tujuan pengembangan.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607300003

Keyword
Hidrogen Hijau PEM Electrolyzer Solar Photovoltaic PLTS Tekno-Ekonomi Net Zero Emission