(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Interpretasi Data Ground Penetrating Radar (GPR) untuk Identifikasi Struktur Arkeologi Bawah Permukaan sebagai Dasar Ekskavasi di Situs Purbakala Pugung Raharjo, Lampung Timur.Bold (CTRL+B)I


View/Open

Author
Shofiya, Nisfatul Laily

Date Published
29 Jul 2026

Advisor
Dr. Rahmat Nawi Siregar, S.Pd., M.Sc.,

Subject
Fisika

Publisher


Sebagian besar area pada Situs Purbakala Pugung Raharjo masih belum dilakukan ekskavasi secara sistematis, sehingga kondisi dan karakteristik bawah permukaan belum dapat diidentifikasi secara jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona anomali bawah permukaan sebagai dasar penentuan lokasi ekskavasi dengan menggunakan metode Ground Penetrating Radar (GPR) yang bersifat non-destruktif. Penelitian dilakukan pada area Punden 5, Kompleks Batu Mayat, dan ODCB (Objek Dugaan Cagar Budaya) dengan menggunakan antena GPR berfrekuensi 250 MHz. Pengukuran dilakukan pada 5 lintasan di Punden 5, 4 lintasan di Kompleks Batu Mayat, dan 3 lintasan di ODCB. Data hasil pengukuran berupa radargram kemudian diolah menggunakan software ReflexW melalui tahap koreksi dan peningkatan sinyal untuk memperjelas karakter anomali bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompleks Batu Mayat didominasi oleh material heterogen pada lapisan dangkal hingga menengah dengan zona transisi akibat pengaruh struktur permukaan, tanpa adanya anomali signifikan untuk dilakukan ekskavasi. Pada Punden 5 ditemukan zona anomali pada perpotongan lintasan 2 dan lintasan 5 pada posisi sekitar 2 meter dengan kedalaman ±0,4 meter yang ditandai adanya perubahan amplitudo dan pola refleksi yang tidak seragam. Sementara itu, ODCB menunjukkan anomali pada lintasan 1 pada posisi sekitar 5 meter dengan kedalaman ±0,6 meter yang mengindikasikan perubahan sifat fisik material bawah permukaan. Hasil ekskavasi pada area ODCB menunjukkan kesesuaian dengan data GPR, di mana ditemukan sebaran batuan yang bersifat acak pada zona tersebut. Dengan demikian, metode GPR efektif dalam mengidentifikasi zona anomali sebagai dasar penentuan lokasi ekskavasi serta menunjukkan bahwa area ODCB masih berpotensi untuk dilakukan ekskavasi lebih lanjut.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607290053

Keyword
Ground Penetrating Radar Anomali Bawah Permukaan Radargram Amplitudo Ekskavasi Arkeologi