Scrambling Dan Descrambling Pada Transmisi Downlink PDSCH 5G NR Sistem Multi-User Dengan Variasi Orde Modulasi Quadrature Amplitude Modulation (QAM)
Perkembangan cepat jaringan seluler menuju 5G menuntut rancangan lapisan fisik yang lebih maju, khususnya pada transmisi data downlink yang sensitif terhadap kondisi kanal seperti AWGN dan fading multipath. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak proses scrambling dan descrambling pada lapisan fisik terhadap kinerja Quadrature Amplitude Modulation (QAM) pada sistem downlink 5G OFDMA. Penelitian memberikan wawasan tentang konfigurasi modulasi QAM yang optimal dan penerapan efektif proses scrambling–descrambling, serta berfungsi sebagai referensi untuk penelitian komunikasi digital dan optimasi sistem 5G NR di masa depan. Cakupan difokuskan pada modulasi QAM (4-QAM, 16-QAM, 64-QAM, 256-QAM) dan proses scrambling/descrambling lapisan fisik dalam kanal AWGN dan Rayleigh fading. Pengkodean kanal yang rinci tidak dimodelkan, dan hanya kanal AWGN serta fading sederhana yang dipertimbangkan. Metodologi melibatkan simulasi berbasis MATLAB pada berbagai orde QAM dan kondisi kanal, mengevaluasi Bit Error Rate (BER), Peak-to-Average Power Ratio (PAPR), dan Power Spectral Density (PSD). Hasil menunjukkan bahwa walaupun scrambling dan descrambling penting untuk integritas data dan karakteristik spektral, keduanya tidak berpengaruh signifikan terhadap PAPR, yang terutama dipengaruhi oleh superposisi multi-user. Studi menyimpulkan bahwa implementasi penuh komponen scrambler dan descrambler diperlukan untuk komunikasi yang andal, terutama untuk QAM orde tinggi pada kanal dengan fading.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607280029
Keyword
5G OFDMA QAM Scrambling Descrambling BER