Karakterisasi Tubuh Andesit dan Struktur Geologi Bawah Permukaan Berdasarkan Integrasi Data Resistivitas 2D dan Coring
Interpretasi litologi dan struktur geologi bawah permukaan menggunakan metode geolistrik resistivitas sering menghadapi ambiguitas akibat tumpang tindih nilai resistivitas antar litologi, khususnya pada lingkungan vulkanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi litologi bawah permukaan, tubuh andesit, dan struktur geologi berupa rekahan berdasarkan integrasi data geolistrik resistivitas 2D konfigurasi Dipole-Dipole dan data coring di Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten. Penelitian menggunakan lima lintasan geolistrik resistivitas 2D dan lima titik coring. Analisis lineament dan Fault-Fracture Density (FFD) digunakan sebagai early interpretation untuk mengidentifikasi kecenderungan pola struktur geologi regional. Data resistivitas diolah menggunakan inversi dua dimensi dan dikorelasikan dengan data coring untuk meningkatkan akurasi interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litologi bawah permukaan tersusun atas batulempung pasiran (7,5-200 Ωm), andesit terkekarkan (75-750 Ωm), dan andesit masif (>750 Ωm). Tubuh andesit teridentifikasi berkembang relatif menerus pada seluruh lintasan pengukuran dan tersusun atas inti andesit masif yang dikelilingi oleh zona andesit terkekarkan. Analisis lineament, FFD, dan resistivitas menunjukkan adanya sistem rekahan berarah dominan Barat Laut-Tenggara yang berasosiasi dengan persebaran tubuh andesit. Integrasi seluruh data menghasilkan model konseptual geologi yang menunjukkan bahwa tubuh andesit terbentuk akibat intrusi magma yang memanfaatkan sistem rekahan sebagai jalur migrasi menuju kedalaman dangkal dan kemudian mengalami perekahan akibat proses pendinginan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607280002
Keyword
Geolistrik Resistivitas 2D Andesit Coring Struktur Geologi Rekahan