(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

GEOLOGI, ANALISIS MIKROFASIES DAN DIAGENESIS BATUGAMPING DAERAH CIPAMINGKIS DAN SEKITARNYA KECAMATAN JONGGOL, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT


View/Open

Author
JIHAN, NABILAH

Date Published
17 Jul 2026

Advisor
Alviyanda, S.T., M.T,
Sakilla Gia Mentari, M.T.,

Subject
Teknik Geologi

Publisher


Formasi Jatiluhur merupakan salah satu formasi yang tersingkap di daerah Cipamingkis, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Cianjur, formasi ini diendapkan pada Miosen Tengah-Akhir dengan litologi beragam, termasuk batugamping, yang mencerminkan variasi lingkungan pengendapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lingkungan pengendapan, karakteristik batugamping, umur relatif, dan proses geologi melalui metode pemetaan geologi, analisis geomorfologi dan stratigrafi, serta penentuan Standard Microfacies Types (SMF), Facies Zone (FZ) dan diagenesis. Hasil analisis geomorfologi membagi daerah penelitian menjadi empat satuan, yaitu Perbukitan Denudasional dengan Erosi Sedang (D2), Dataran Denudasional (D5), Perbukitan dan Lereng Karst (K2), serta Dataran Banjir (F3). Stratigrafi daerah penelitian tersusun atas 3 satuan dari tua ke muda, yaitu Satuan Batugamping, Satuan Batupasir, dan Endapan Aluvial. Struktur geologi didominasi oleh kekar gerus yang dipengaruhi oleh aktivitas sesar mendatar. Analisis mikrofasies batugamping menghasilkan dua jenis SMF, yaitu SMF 8 dan SMF 18, yang mencirikan Facies Zone 7. Hal ini menunjukkan bahwa batuan terendapkan pada lingkungan paparan terbuka (open marine). Berdasarkan jenis fosil, umur relatif batuan berada pada Miosen Tengah–Miosen Akhir. Lingkungan diagenesis mencakup marine phreatic, burial, meteoric phreatic, dan meteoric vadose, dengan tahapan Eogenik, Mesogenik, dan Telogenik. Sejarah geologi dimulai pada Miosen Tengah–Akhir hingga Pliosen, ketika kenaikan muka air laut memicu pengendapan Satuan Batugamping. Selanjutnya, peningkatan suplai sedimen berbutir kasar dari arah daratan menyebabkan terbentuknya Satuan Batupasir pada lingkungan laut dangkal klastik. Pada Pleistosen hingga Holosen, pengangkatan batuan mengakibatkan singkapan berada di permukaan yang kemudian dipengaruhi aktivitas eksogen hingga membentuk Endapan Aluvial.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607270075

Keyword
Diagenesis Mikrofasies Batugamping Formasi Jatiluhur