Transfer Tegangan Statis dari Gempa Bumi Sinabang Mw 7,8 Tahun 2010 dan Perannya dalam Memicu Gempa Bumi Meulaboh Mw 7,2
Penelitian ini mengkaji hubungan mekanis antara gempa Sinabang 6 April 2010 (Mw 7,8) dan gempa Meulaboh 9 Mei 2010 (Mw 7,2) di Zona Subduksi Sumatra–Andaman (SASZ) menggunakan analisis Static Coulomb Stress Change (ΔCFS). Parameter sumber gempa dan mekanisme fokus diperoleh dari katalog USGS. Gempa susulan diidentifikasi menggunakan algoritma declustering Gardner dan Knopoff, sedangkan geometri sesar ditentukan dari mekanisme fokus dan hubungan penskalaan empiris. Pemodelan transfer tegangan statis dilakukan menggunakan Coulomb 3.3 dengan asumsi medium elastik homogen.Hasil menunjukkan bahwa gempa Sinabang menghasilkan lobus ΔCFS positif yang memanjang ke arah segmen Meulaboh hingga kedalaman seismogenik sekitar 20–40 km. Analisis receiver fault memberikan nilai ΔCFS positif sebesar 0,022 bar pada Bidang Nodal 1 (NP1) dan 0,011 bar pada Bidang Nodal 2 (NP2), dengan NP1 lebih konsisten terhadap kondisi tektonik regional dan distribusi gempa susulan. Dari 107 gempa susulan, sebanyak 63 kejadian (58,88%) berada pada zona ΔCFS positif, menunjukkan adanya hubungan spasial antara peningkatan tegangan dan aktivitas seismik pascagempa.Meskipun nilai ΔCFS masih berada di bawah ambang pemicuan statis yang umum digunakan (0,1 bar), hasil ini mengindikasikan bahwa redistribusi tegangan statis berpotensi meningkatkan kecenderungan kegagalan pada sesar Meulaboh. Selang waktu 33 hari antara kedua gempa juga mengisyaratkan kemungkinan peran proses pascagempa yang bergantung pada waktu, meskipun tidak dimodelkan dalam penelitian ini. Temuan ini memberikan pemahaman mengenai interaksi antargempa di zona subduksi aktif dan menjadi dasar bagi penelitian pemicuan gempa tertunda serta penilaian bahaya seismik.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607270040
Keyword
Coulomb Stress Change Static Stress Transfer Delayed Triggering Sinabang Earthquake Meulaboh Earthquake