Karakteristik Fisik dan Organoleptik Tekwan Kering Ikan Ekor Kuning dengan Kombinasi Tepung Sagu dan Tepung Mocaf
Tekwan kering merupakan produk inovatif yang dikembangkan untuk
memperpanjang umur simpan serta meningkatkan nilai tambah
makanan tradisional berbahan dasar ikan. Ikan ekor kuning (Caesio sp.)
digunakan sebagai bahan baku utama karena teksturnya lembut,
berwarna putih, dan tersedia melimpah, namun kualitasnya sangat
dipengaruhi oleh jenis dan proporsi tepung sebagai pembentuk gel.
Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh kombinasi tepung sagu dan
mocaf terhadap sifat fisik dan sensori tekwan kering. Hasil penelitian
diharapkan menjadi acuan penentuan rasio tepung yang tepat untuk
menghasilkan tekwan kering dengan karakteristik fisik baik dan
penerimaan konsumen tinggi. Penelitian mencakup pengujian kadar air,
springiness, daya kembang, laju penyerapan air, lama waktu rehidrasi,
dan uji hedonik pada tekwan rebus serta rehidrasi. Penelitian terdiri dari
lima rasio tepung sagu:mocaf (0:100, 25:75, 50:50, 75:25, 100:0) tanpa
analisis komposisi kimia tepung secara langsung, menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data dianalisis dengan one-way
ANOVA, dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) bila
terdapat pengaruh nyata. Hasil menunjukkan kombinasi tepung
berpengaruh nyata terhadap kadar air tekwan rebus (60,03-64,91%)
serta kesukaan rasa, tekstur, dan keseluruhan tekwan rehidrasi,
sedangkan kadar air tekwan kering-rehidrasi, springiness, daya
kembang, laju penyerapan air, dan waktu rehidrasi tidak berbeda nyata
antar perlakuan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607270009
Keyword
tekwan kering ikan ekor kuning tepung sagu tepung mocaf sifat fisik dan sensori