ANALISIS KETAHANAN MODEL VISION TRANSFORMER DAN VIDEOMAE DALAM DETEKSI DEEPFAKE WAJAH TERHADAP DEGRADASI KOMPRESI H.264
Penyebaran video deepfake melalui platform berbagi video
digital menimbulkan ancaman serius karena kompresi H.264 yang
diterapkan secara otomatis berpotensi menghapus artefak manipulasi yang
menjadi dasar deteksi forensik. Penelitian ini bertujuan menganalisis
dan membandingkan ketahanan dua arsitektur berbasis Transformer,
yaitu Vision Transformer (ViTSMALL) dan VideoMAESMALL, terhadap
degradasi kompresi H.264 dalam konteks deteksi deepfake wajah. Empat
konfigurasi model dibangun melalui kombinasi kedua arsitektur dengan
Focal Loss dan Cross-Entropy Berbobot: M1 (ViTSMALL + Focal Loss),
M2 (ViTSMALL + Cross-Entropy), M3 (VideoMAESMALL + Focal Loss),
dan M4 (VideoMAESMALL + Cross-Entropy). Pelatihan dilakukan pada
dataset Celeb-DF v2 (6.219 video, 59 subjek) dengan tiga tingkat
kompresi H.264: CRF 0 (lossless), CRF 23 (standar platform), dan
CRF 40 (kompresi agresif). Evaluasi lintas dataset dilakukan pada
FaceForensics++ (FF++) FaceSwap C23. Hasil menunjukkan bahwa
M1 mencapai AUC-ROC tertinggi sebesar 0,9752 pada kondisi lossless.
Kompresi standar (CRF 23) tidak berdampak signifikan terhadap seluruh
model (penurunan AUC di bawah 0,5%). Pada kompresi berat (CRF 40),
M3 memperlihatkan ketahanan terbaik dengan penurunan AUC hanya
3,25%, lebih kecil dibandingkan M1 yang turun 4,52%, yang dikaitkan
dengan kemampuan VideoMAE memanfaatkan sinyal temporal lintas
frame. Focal Loss secara konsisten mengungguli Cross-Entropy pada
kedua arsitektur. Evaluasi zero-shot pada FF++ menunjukkan kegagalan
generalisasi seluruh model (AUC mendekati 0,5), namun fine-tuning 10
epoch berhasil meningkatkan AUC M1 menjadi 0,9965. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa terdapat trade-off antara performa absolut dan
ketahanan kompresi: ViTSMALL unggul pada data bersih, sedangkan
VideoMAESMALL lebih tahan terhadap kompresi berat.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607260025
Keyword