Redesain Taman Lembah Gurame dengan Pendekatan Lanskap Budaya Betawi di Kota Depok
Taman Lembah Gurame sebagai salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Kota Depok memiliki peran strategis sebagai ruang rekreasi dan interaksi
sosial, namun belum merepresentasikan identitas budaya lokal Betawi yang menjadi karakter khas wilayah tersebut.Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting taman dari aspek fisik, biologi, dan sosial budaya, mengidentifikasi nilai budaya Betawi yang relevan bagi desain lanskap, serta merumuskan konsep redesain yang mampu memperkuat identitas lokal. Batasan penelitian difokuskan pada area taman seluas 3,3 ha serta elemen ruang yang mendukung integrasi budaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tahapan perancangan LaGro (2008), meliputi inventarisasi, analisis, sintesis, dan pengembangan desain. Hasil penelitian menunjukan bahwa Taman Lembah Gurame memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai taman dengan pendekatan budaya Betawi. Konsep redesain taman diambil dari prinsip budaya Betawi yaitu "NGASOSI", dengan membagi zona ruang yaitu zona ngaji (1,35 ha), zona sholat (1,05 ha) dan zona silat (0,9 ha) dan konsep vegetasi Betawi yaitu vegetasi ekonomis, vegetasi herbalis, vegetasi idealis, dan vegetasi pemanis. Hasil perancangan taman diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan, memperkuat indentitas budaya, dan menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat Kota Depok.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607260017
Keyword
Budaya Betawi Identitas lokal Lanskap budaya Redesain taman Ruang Terbuka Hijau Taman Lembah Gurame