KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK BUBUK KUNYIT METODE FOAM-MAT DRYINGDENGAN VARIASI KONSENTRASI TWEEN 80
Kunyit (Curcuma longa L.) berperan penting dalam industri makanan,
namun rimpang kunyit segar mudah rusak. Pengolahan kunyit menjadi
bubuk dapat memperpanjang umur simpannya dan meningkatkan nilai
jualnya. Metode foam-mat drying merupakan teknik pengeringan bahan
cair yang sensitif terhadap panas dengan membentuk busa dengan
bantuan zat pembentuk busa dan pengisi busa. Tween 80 digunakan
sebagai zat pembentuk busa dan maltodekstrin sebagai pengisi dengan
berbagai konsentrasi Tween 80 (0%; 0,5%; 1%; 1,5%). Parameter yang
diuji meliputi karakteristik fisik dan organoleptik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penambahan Tween 80 memberikan pengaruh
nyata terhadap nilai foam expansion, WSI, warna, dan rendemen. Nilai
foam density dan bulk density menurun, dengan WAI relatif tidak
berubah. Konsentrasi 0,5% memberikan perbedaan warna paling
mencolok dibanding kontrol, uji organoleptik menegaskan bahwa
konsentrasi 1% paling disukai panelis karena keseimbangan warna,
aroma, dan tekstur. Uji segitiga membuktikan adanya perbedaan sensori
yang jelas antara bubuk kunyit hasil foam‑mat drying dan produk
komersial, sehingga Tween 80 terbukti berperan penting dalam
meningkatkan kualitas visual dan penerimaan konsumen.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607260014
Keyword
Kunyit bubuk Foam-mat drying Tween 80