(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK BUBUK KUNYIT METODE FOAM-MAT DRYINGDENGAN VARIASI KONSENTRASI TWEEN 80


Kunyit (Curcuma longa L.) berperan penting dalam industri makanan, namun rimpang kunyit segar mudah rusak. Pengolahan kunyit menjadi bubuk dapat memperpanjang umur simpannya dan meningkatkan nilai jualnya. Metode foam-mat drying merupakan teknik pengeringan bahan cair yang sensitif terhadap panas dengan membentuk busa dengan bantuan zat pembentuk busa dan pengisi busa. Tween 80 digunakan sebagai zat pembentuk busa dan maltodekstrin sebagai pengisi dengan berbagai konsentrasi Tween 80 (0%; 0,5%; 1%; 1,5%). Parameter yang diuji meliputi karakteristik fisik dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Tween 80 memberikan pengaruh nyata terhadap nilai foam expansion, WSI, warna, dan rendemen. Nilai foam density dan bulk density menurun, dengan WAI relatif tidak berubah. Konsentrasi 0,5% memberikan perbedaan warna paling mencolok dibanding kontrol, uji organoleptik menegaskan bahwa konsentrasi 1% paling disukai panelis karena keseimbangan warna, aroma, dan tekstur. Uji segitiga membuktikan adanya perbedaan sensori yang jelas antara bubuk kunyit hasil foam‑mat drying dan produk komersial, sehingga Tween 80 terbukti berperan penting dalam meningkatkan kualitas visual dan penerimaan konsumen.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607260014

Keyword
Kunyit bubuk Foam-mat drying Tween 80