Perancangan Ruang Terbuka Hijau Berbasis Budaya Bali di Kawasan Sempadan Danau Tirta Gangga, Seputih Banyak
Kawasan sempadan Danau Tirta Gangga, Seputih Banyak, memiliki potensi ekologis dan identitas budaya Bali yang kuat, tetapi penataan ruang terbuka pada kawasan tersebut belum terintegrasi secara optimal antara fungsi perlindungan sempadan, kebutuhan ruang sosial budaya, dan aktivitas rekreasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan kawasan serta menghasilkan rekomendasi perancangan ruang terbuka hijau berbasis budaya Bali dengan pendekatan Tri Hita Karana. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan adaptasi tahapan perancangan LaGro, meliputi persiapan, inventarisasi, analisis, sintesis, konsep, dan pengembangan desain. Data yang dikaji mencakup aspek fisik, sosial budaya, biologi, serta legalitas kawasan. Hasil perancangan diwujudkan melalui konsep Tirta Samhita, yaitu harmonisasi antara air, alam, dan kehidupan manusia. Konsep tersebut diterapkan ke dalam tiga zona utama, yaitu Parahyangan sebagai ruang spiritual dan budaya, Pawongan sebagai ruang interaksi sosial dan budaya, serta Palemahan sebagai ruang ekologis dan rekreasi pasif. Hasil perancangan menghasilkan zona Parahyangan seluas 8.945,05 m², zona Pawongan seluas 5.585,59 m², serta zona Palemahan yang terdiri atas area aktif seluas 3.178,99 m² dan area vegetasi konservasi seluas 29.825,37 m². Luas area efektif kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas pengunjung sebesar 17.709,63 m². Rancangan ini diharapkan mampu mendukung keseimbangan fungsi ekologis, sosial budaya, spiritual.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607240094
Keyword
Perancangan Lanskap Ruang Terbuka Hijau Sempadan Danau Tri Hita Karana