Pengaruh Variasi Waktu Paparan Sinar Lampu UV-A Selama Pelayuan terhadap Komposisi Senyawa Bioaktif dan Mutu Sensoris Teh Oolong (Camellia sinensis)
Teh oolong merupakan teh semioksidasi yang kualitasnya dipengaruhi oleh proses pelayuan, namun pelayuan konvensional masih bergantung pada kondisi cuaca sehingga mutu produk kurang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi waktu paparan sinar lampu UV-A selama pelayuan terhadap komposisi senyawa bioaktif dan mutu sensoris teh oolong (Camellia sinensis). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan, yaitu kontrol, UV-A 50 menit, 75 menit, dan 100 menit, masing-masing tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan UV-A tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kadar air, kadar abu total, theaflavin, dan thearubigin, namun berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar polifenol yang meningkat dari 18,60% pada kontrol menjadi 23,76% pada perlakuan UV-A 100 menit. Uji organoleptik yang disajikan secara deskriptif menunjukkan bahwa perlakuan UV-A selama 100 menit menghasilkan mutu sensoris yang lebih baik, terutama pada parameter kenampakan keringan, rasa, dan aroma. Berdasarkan seluruh parameter yang diamati, paparan sinar UV-A selama 100 menit merupakan perlakuan terbaik karena menghasilkan kadar polifenol tertinggi serta mutu sensoris yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.
Kata kunci: Teh oolong, UV-A, pelayuan, polifenol, mutu sensoris.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607240084
Keyword
Teh oolong UV-A Pelayuan Polifenol Mutu sensoris