PERANCANGAN KEBIJAKAN INVENTORY PADA PANGLONG KAYU MULYA JAYA MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY MODEL DISKON
Penelitian ini bertujuan untuk merancang kebijakan inventory yang optimal pada UMKM Panglong Kayu Mulya Jaya. Adanya kendala dalam pengelolaan persediaan bahan baku karena keputusan pembelian masih bersifat reaktif berdasarkan pengalaman dan intuisi pemilik, tanpa sistem pencatatan dan perencanaan terstruktur. Kondisi ini menyebabkan ketidakpastian stok yang berpotensi menghambat proses produksi make-to-order dan meningkatkan biaya operasional. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini menggabungkan tiga pendekatan utama: analisis Vital, Essential, Desirable (VED), peramalan permintaan (demand forecasting) menggunakan metode Moving Average (MA), dan perhitungan Economic Order Quantity (EOQ) model diskon kuantitas serta Reorder Point (ROP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui klasifikasi VED, kayu cempaka diidentifikasi sebagai bahan baku vital yang menjadi prioritas utama pengendalian karena paling sering digunakan dan diminati pelanggan. Berdasarkan peramalan permintaan, estimasi kebutuhan kayu cempaka adalah sebesar 8,80 m³ per tahun. Perhitungan EOQ model diskon menghasilkan kebijakan pembelian optimal sebesar 3,65 m³ setiap kali pesan pada tingkat harga diskon > 2 m³, dengan total biaya persediaan minimum sebesar Rp26.579.660 per tahun. Pemesanan ulang (ROP) direkomendasikan saat tingkat persediaan mencapai 0,17 m³. Penerapan kebijakan berbasis data ini diharapkan dapat meminimalkan risiko keterlambatan produksi, menekan total biaya persediaan, dan mendukung keberlanjutan operasional usaha.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607240082
Keyword
Demand Forecasting EOQ Model Diskon UMKM Pengendalian Persediaan ROP VED