Limbah bonggol nanas berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan asap cair melalui proses pirolisis, namun asap cair yang dihasilkan masih mengandung senyawa pengotor sehingga memerlukan proses pemurnian. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan karakteristik warna dan kimia asap cair (pH, aroma, kadar fenol, dan kadar asam asetat) setelah pemurnian menggunakan berbagai konsentrasi silika gel serta menentukan konsentrasi silika gel terbaik sesuai standar mutu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi silika gel (0%, 10%, 15%, dan 20%) dan lama penyimpanan (H0, H7, dan H14). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi silika gel tidak berpengaruh nyata terhadap pH, kadar asam asetat, dan kadar fenol (p>0,05), tetapi berpengaruh nyata terhadap warna asap cair (p<0>0,05). Seluruh perlakuan menghasilkan pH 2,05–2,30 yang memenuhi Mutu 1 SNI 8985:2021, kadar asam asetat 1,73–3,21% yang termasuk Mutu 2, serta kadar fenol 0,15–0,18% yang masih berada di bawah batas maksimum SNI sebesar 2,00%. Berdasarkan kombinasi parameter pH, asam asetat, fenol, warna, dan aroma, perlakuan silika gel 20% (S4) menghasilkan mutu asap cair terbaik dengan pH 2,27, kadar asam asetat 1,90%, kadar fenol 0,18%, warna kuning kecokelatan, dan aroma menyengat sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai biopestisida pertanian.
Kata kunci: asap cair, bonggol nanas, silika gel, pemurnian, biopestisida.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607240074
Keyword
Tugas Akhir