Perhitungan Premi Murni Tahunan Asuransi Jiwa Dwiguna Status Hidup Joint Life Berdasarkan Asumsi Mortalitas Gamma-Gompertz
Asuransi jiwa dwiguna memberikan manfaat apabila tertanggung meninggal dunia atau tetap hidup hingga akhir masa pertanggungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang hidup dan peluang meninggal laki-laki dan perempuan berdasarkan mortalitas Gamma-Gompertz serta menghitung premi murni asuransi jiwa dwiguna dengan status hidup joint life. Data yang digunakan adalah Tabel Mortalita Indonesia (TMI) IV 2019 untuk laki-laki dan perempuan. Estimasi parameter dilakukan menggunakan metode optimasi Nelder-Mead. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter laki-laki lebih besar dibandingkan perempuan dengan selisih parameter a sebesar 0,00000429, selisih parameter b sebesar 0,00686758, dan selisih parameter σ^2 sebesar 0,07167607. Secara umum, perempuan memiliki peluang hidup yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Namun, pada usia 89 tahun terjadi persilangan kurva yang dipengaruhi oleh efek frailty. Parameter heterogenitas laki-laki lebih besar menyebabkan seleksi individu yang lebih besar sehingga individu yang bertahan memiliki frailty yang rendah. Hasil premi murni tahunan asuransi jiwa dwiguna joint life untuk masa pertanggungan 10 tahun dengan uang pertanggungan Rp2.000.000.000 menunjukkan bahwa pasangan usia suami 48 tahun dan istri 45 tahun menghasilkan premi tertinggi sebesar Rp195.280.260,41, pasangan usia suami 42 tahun dan istri 45 tahun menghasilkan premi terendah sebesar Rp179.825.677,03, dan pada pasangan suami dan istri berusia sama yaitu 45 tahun menghasilkan premi Rp184.875.397,21 berada diantara keduanya.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607240028
Keyword
Asuransi jiwa dwiguna Gamma-Gompertz Joint life Premi murni