(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Kondisi Lingkungan Pengendapan Berdasarkan Karakteristik Mikroskopik Rombakan Paleovegetasi pada Batuan Karbonan Oligosen–Miosen Daerah Linggapura, Lampung Tengah


View/Open

Author
Jhosy, Alfa Deantiokhia

Date Published
06 Jul 2026

Advisor
Dr. Danni Gathot Harbowo, S.Si., M.T.,

Subject
Teknik Geologi

Publisher


Batuan karbonan merupakan salah satu jenis batuan sedimen organik yang memiliki kemampuan dalam merekam informasi mengenai kondisi lingkungan pengendapan dan karakteristik vegetasi purba yang terakumulasi selama proses sedimentasi. Penelitian ini dilakukan pada batuan karbonan berumur Oligosen–Miosen di daerah Linggapura, Lampung Tengah, yang termasuk dalam Formasi Talangakar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik mikroskopik rombakan paleovegetasi penyusun batuan karbonan serta menentukan kondisi lingkungan pengendapan berdasarkan komposisi material organik dan anorganik penyusunnya. Metode penelitian meliputi pengukuran penampang stratigrafi, deskripsi litologi, analisis mikroskopis sayatan tipis, perhitungan total kandungan karbon, serta metode point counting untuk menghitung kelimpahan material organik berupa vitrinite+liptinite, inertinite, dan mineral matter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batuan karbonan daerah penelitian tersusun oleh berbagai rombakan paleovegetasi, yaitu sporinite, cutinite, exsudatinite, gelinite, fusinite, semifusinite, sclerotinite, macrinite, micrinite, dan inertodetrinite. Kandungan karbon pada sampel penelitian berkisar antara 34,93% hingga 63,69%, dengan nilai tertinggi terdapat pada sampel JPS-07. Hasil analisis diagram terniary menunjukkan bahwa sampel JPS 07-A hingga JPS 07-E berada pada zona F yang mengindikasikan lingkungan rawa basah (wet moor). Kondisi tersebut dicirikan oleh genangan air yang relatif kontinu, tingkat preservasi material organik yang baik, serta pengaruh suplai material anorganik akibat aktivitas banjir berkala. Tingginya kandungan mineral matter pada sampel JPS 07-C sebesar 43,28% menunjukkan adanya masukan material klastik selama proses pengendapan. Satuan karbonan daerah penelitian diinterpretasikan terbentuk pada sistem pengendapan fluvial–transisi yang diindikasikan geometri channel pada JPS 07 dan kelimpahan mikromoluska pada JPS-3.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607240006

Keyword
batuan karbonan rombakan paleovegetasi kondisi lingkungan pengendapan Formasi Talangakar Oligosen–Miosen