Rekayasa Resin Komposit Gigi dengan Filler SiO2 dan CeO2 Sebagai Material Penambal Karies Gigi
Tingginya angka kasus karies gigi setiap tahunnya disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus mutans yang mengganggu proses pengunyahan makanan akibat struktur enamel yang semakin rapuh. Akan tetapi, material restorasi gigi yang umum digunakan saat ini masih berbahan dasar kimia dan berpotensi kurang ramah lingkungan serta toksik. Kondisi tersebut menimbulkan urgensi restorasi material gigi yang lebih aman dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan alam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi rekayasa resin komposit gigi berbasis bahan alam menggunakan filler silika (SiO2) dari limbah biomassa abu daun bambu (ADB). Sebagai upaya pengoptimalan performa, dilakukan penambahan cerium oksida (CeO2) yang bersifat bioaktif sebagai filler terkombinasi dan berpotensi meningkatkan sifat fisik, mekanik, kimia, serta aktivitas antibakteri. Metode penelitian ini meliputi ekstraksi silika hidrotermal, kalsinasi, hingga fabrikasi material komposit gigi. Hasil FTIR mengonfirmasi gugus fungsi silika dengan ikatan Si-O-Si pada bilangan gelombang 1085 cm-1 – 1099 cm-1 serta ikatan baru filler campuran Si-O-Ce pada bilangan gelombang 980 cm-1. Hasil XRD silika membentuk fase amorf dan fase semi kristalin pada filler campuran 90% SiO2 dan 10
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607240003
Keyword
Abu daun bambu Cerium oksida Filler komposit gigi Karies gigi Silika