(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

EVALUASI PENENTUAN CASING SETTING DEPTH PADA SUMUR REJOY DENGAN PENDEKATAN MECHANICAL EARTH MODEL 1D (MEM 1D)


View/Open

Author

Date Published
20 Jul 2026

Advisor
Randy Yusuf Kurniawan, M.Si.,
Stevy Canny Louhenapessy, S.T., M.T.,

Subject
Rekayasa Minyak dan Gas

Publisher


Ketidakstabilan lubang bor (wellbore instability) merupakan tantangan kritis yang berdampak pada peningkatan Non-Productive Time (NPT) dan biaya operasional. Pada Sumur Rejoy, tercatat NPT sebesar 554 jam akibat lost circulation, kick, caving, dan stuck pipe, yang dipicu oleh ketidakseimbangan berat lumpur dengan stress formasi. Metode konvensional yang hanya mengandalkan Pore Pressure (PP) dan Fracture Gradient (FG) mengabaikan Shear Failure Gradient (SFG) sebagai batas bawah Mud Weight Window (MWW), sehingga lubang bor tetap rentan terhadap kegagalan geser. Penelitian ini bertujuan membangun Mechanical Earth Model 1D (MEM 1D) berbasis data log (gamma ray, sonic, dan density) dengan mengintegrasikan SFG untuk mengoptimalkan MWW dan menentukan Casing Setting Depth (CSD) menggunakan metode bottom-up. Hasil analisis menunjukkan bahwa interval 2600–5450 ft didominasi oleh SFG tinggi (8,0–12,2 ppg) yang terkonfirmasi melalui kejadian sloughing pada interval 3000–5169 ft dengan berat lumpur 10,5 ppg. Kombinasi nilai ini dengan data historis kick (5453 ft) dan lost circulation (5478 ft) menghasilkan MWW yang sangat sempit (10,0–12,5 ppg). Selain itu, terdapat zona kritis di interval bawah berupa lost circulation pada 7030 ft (10,5 ppg) yang dipicu oleh permeabilitas formasi karbonat, bukan karena mud weight yang melebihi FG. Berdasarkan kondisi tersebut, program casing yang direkomendasikan meliputi: (1) Production casing pada 5450 ft (MW 12,7-13,0 ppg) untuk mengisolasi zona sloughing shale; (2) liner 7" pada 6950 ft (MW 11,0-12,0 ppg) untuk mengisolasi zona transisi kick-loss; dan (3) liner 5" pada 7670 ft (MW 9,6-10,0 ppg) untuk mengisolasi lost circulation di formasi karbonat serta sebagai struktur hingga kedalaman total. Pendekatan berbasis MEM 1D ini terbukti lebih komprehensif dalam mengisolasi interval berisiko, memitigasi kegagalan mekanis, dan berpotensi mengurangi NPT secara signifikan, sehingga dapat dijadikan acuan andal untuk perencanaan sumur di formasi serupa.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607230095

Keyword
Casing Setting Depth, Mechanical Earth Model, Shea