Respon Pertumbuhan Awal Bawang Merah (Allium Cepa L.) Varietas Tajuk Nganjuk Terhadap Variasi Naungan
Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan komoditas hortikultura
yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh kondisi mikroklimat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis
naungan terhadap kondisi mikroklimat dan pertumbuhan awal bawang
merah serta menentukan perlakuan naungan terbaik. Penelitian
menggunakan Rancangan Acak Lengkap Tunggal (RALT) dengan
faktor jenis naungan yang terdiri atas enam taraf perlakuan, yaitu tanpa
naungan (TN), paranet 40% (P40), paranet 45% (P45), insectnet putih
(NP), insectnet biru (NB), dan insectnet hijau (NH), dengan lima
ulangan. Parameter yang diamati meliputi suhu udara, kelembapan
udara, intensitas cahaya (PAR), pH tanah, tinggi tanaman, jumlah daun,
diameter daun, dan jumlah anakan. Data dianalisis menggunakan
ANOVA dan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penggunaan naungan mampu memodifikasi kondisi mikroklimat
melalui penurunan suhu udara, peningkatan kelembapan udara, dan
pengurangan intensitas cahaya. Pada parameter tinggi tanaman,
perlakuan NH berpengaruh signifikan terhadap TN, NB, dan NP, namun
tidak berpengaruh signifikan terhadap P40 dan P45. Pada parameter
jumlah daun perlakuan NH berpengaruh signifikan terhadap NB dan
P40, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap P45, NP, dan TN.
Pada parameter diameter daun, perlakuan paranet 45% (P45)
berpengaruh signifikan terhadap NP, NB, NH, dan TN, namun tidak
berpengaruh signifikan terhadap P40. Perlakuan insectnet hijau (NH)
menghasilkan pertumbuhan vegetatif terbaik dengan tinggi tanaman,
jumlah daun, dan jumlah anakan tertinggi. Diameter daun terbesar
diperoleh pada perlakuan paranet 45% (P45). Secara keseluruhan,
insectnet hijau merupakan perlakuan yang paling efektif dalam
mendukung pertumbuhan awal bawang merah.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607230027
Keyword
bawang merah insectnet mikroklimat paranet pertumbuhan vegetatif