KAJIAN EFEKTIVITAS REL R54 400 BHN TERHADAP UMUR LAYAN DIBANDINGKAN DENGAN REL R54 370 BHN PADA JALUR LENGKUNG HORIZONTAL (STUDI KASUS: DIVRE IV TANJUNG KARANG)
Keausan rel merupakan salah satu bentuk degradasi prasarana
perkeretaapian yang terjadi akibat interaksi berulang antara roda dan rel
selama operasional kereta api. Pada jalur lengkung, keausan rel
cenderung lebih tinggi karena adanya gaya lateral yang bekerja pada
sisi kepala rel. Di wilayah Divre IV Tanjung Karang digunakan rel tipe
R54 dengan tingkat kekerasan 370 BHN dan 400 BHN sehingga
diperlukan kajian untuk mengetahui pengaruh perbedaan tingkat
kekerasan rel terhadap keausan dan umur layan rel. Penelitian ini
bertujuan menganalisis tingkat keausan, laju keausan, dan umur layan
rel R54 370 BHN dan R54 400 BHN pada jalur lengkung. Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan pendekatan
analisis keausan dan metode American Railway Engineering
Association (AREA). Data yang digunakan meliputi hasil pengujian kekerasan rel, data historis keausan rel, data geometrik lintasan, data
passing tonnage, serta data operasional kereta api pada empat lokasi
penelitian di wilayah Divre IV Tanjung Karang. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa rel R54 400 BHN memiliki nilai keausan dan laju
keausan yang lebih rendah dibandingkan rel R54 370 BHN. Selain itu,
rel R54 400 BHN menunjukkan ketahanan yang lebih baik terhadap
degradasi material sehingga berpotensi memiliki umur layan yang lebih
panjang. Dengan demikian, penggunaan rel R54 400 BHN dinilai lebih
efektif dalam meningkatkan ketahanan terhadap keausan pada jalur
lengkung.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2607220058
Keyword
rel R54 keausan rel kekerasan rel umur layan rel metode AREA jalur lengkung